Tiap Tahun Bahas Anggaran, Pusat Diberikan Porsi Besar: Harusnya Daerah Lebih Berdaya!
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus diikuti perubahan kebijakan fiskal nasional.
Menurut Zulfikar, pemerintah perlu memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah, termasuk melalui penyusunan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih berpihak kepada daerah.
Bahkan masih kata Zulfikar , pembahasan mengenai penguatan pemerintah daerah harus diawali dengan pemahaman yang utuh terhadap semangat ketatanegaraan Indonesia.
Baca Juga:Ia menilai pendekatan yang digunakan tidak boleh sekadar bersifat administratif, tetapi harus didasarkan pada landasan ilmiah serta keberanian menyelesaikan persoalan mendasar dalam hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
"Judul besarnya adalah bagaimana sekarang dan ke depan kita benar-benar memberdayakan pemerintah daerah, baik dari sisi kewenangan maupun sisi keuangan," ujar Zulfikar, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026)
Zulfikar menjelaskan bahwa semangat tersebut sejatinya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam regulasi tersebut, pemerintah pusat hanya menangani enam urusan pemerintahan absolut, yaitu politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional, serta agama. Adapun sebagian besar urusan pemerintahan diserahkan kepada pemerintah daerah.
Namun, menurut politikus Fraksi Partai Golkar itu, implementasi di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan amanat undang-undang. Ia menilai pola kerja pemerintah masih didominasi pelaksanaan program oleh kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut secara tuntas penyebab
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Kepala S
Politik
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai praktik korupsi di Indonesia telah berada pada ti
Politik
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang viral di Bali, di mana seorang pria yang diduga
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru&039yat, mengusulkan agar pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Ketenagakerjaan memasukkan ketentuan meng
Politik
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, mendorong Museum Pusaka Nias di Kota Gunungsitoli berkembang menjadi destinasi wisata sejarah
Daerah
Beredarnya tayangan di platform TikTok berjudul "Skandal Dugaan Kebocoran Rp450 Miliar di PDAM Tirtanadi Disorot, Indikasi Tata Kelola
Daerah
Ledakan menggegerkan kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatka
Peristiwa
Tim Nasional Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1&ndash0 pada partai final yang berlangsung
Olahraga