DPR RI Serap Aspirasi Prolegnas 2027, Soroti Penyesuaian Status Jakarta Jadi DKJ
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, meminta Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan penjelasan resmi terkait ketentuan penggunaan hijab bagi calon kadet putri. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan hijab, tetapi juga menyangkut kepastian aturan, transparansi dalam proses seleksi, serta penghormatan terhadap hak warga negara.
Saadiah menegaskan, apabila terdapat ketentuan khusus mengenai penggunaan hijab dalam pendidikan calon kadet putri, aturan tersebut harus disampaikan secara jelas sejak awal kepada seluruh peserta seleksi. Selain itu, ketentuan tersebut, menurutnya, harus memiliki dasar hukum dan dituangkan secara tertulis agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.
"Negara harus hadir menjamin kepastian dan keadilan. Jika memang ada ketentuan mengenai hijab bagi calon kadet putri, aturannya harus jelas, tertulis, memiliki dasar hukum, dan disampaikan sejak awal proses seleksi," ujar Saadiah, di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Ia mengatakan pendidikan di bidang pertahanan memiliki karakteristik tersendiri, termasuk standar kedisiplinan dan ketentuan khusus yang harus dipatuhi oleh peserta didik. Namun, menurutnya, keberadaan standar tersebut tetap harus dijalankan dalam koridor hukum serta prinsip keterbukaan.
Hal itu dinilai penting agar seluruh calon kadet memahami secara utuh persyaratan dan ketentuan yang berlaku sebelum mengikuti setiap tahapan seleksi.
Saadiah mengingatkan, jangan sampai peserta telah menjalani proses seleksi dalam waktu yang cukup lama, kemudian dinyatakan lulus, tetapi baru mendapatkan informasi mengenai persyaratan yang sebelumnya tidak dijelaskan secara terbuka.
"Jangan sampai peserta sudah mengikuti seleksi berbulan-bulan, dinyatakan lulus, kemudian baru dihadapkan pada persyaratan yang sebelumnya tidak dijelaskan secara terang. Ini menyangkut keterbukaan dan keadilan dalam proses seleksi," tegasnya.
Menurut Saadiah, kejelasan persyaratan sejak awal merupakan bagian penting dalam membangun sistem seleksi yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Peserta, kata dia, berhak memperoleh informasi yang lengkap mengenai seluruh ketentuan sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti proses seleksi.
Selain meminta kejelasan aturan, Saadiah juga mendorong agar persoalan tersebut dipandang dari perspektif hak asasi manusia (HAM), kebebasan menjalankan keyakinan, prinsip proporsionalitas, dan nondiskriminasi.
Ia menilai kebutuhan institusi untuk menerapkan disiplin tidak serta-merta dapat disamakan dengan pembatasan terhadap hak warga negara. Karena itu, menurutnya, setiap kebijakan yang diterapkan harus memiliki dasar, tujuan, serta mekanisme yang jelas dan proporsional.
"Kita harus membedakan antara kebutuhan disiplin institusi dengan pembatasan hak warga negara. Jangan sampai seseorang harus memilih antara keyakinannya dan cita-citanya untuk mengabdi kepada negara," katanya.
Saadiah kemudian meminta Unhan RI dan Kemenhan segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Klarifikasi tersebut dinilai perlu mencakup ketentuan yang berlaku, dasar hukum kebijakan, serta mekanisme penyampaian persyaratan kepada calon peserta sejak awal seleksi.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan memberikan kepastian bagi calon kadet putri sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman selama proses penerimaan.
Ia menegaskan, sistem seleksi pendidikan pertahanan harus mampu menjaga standar disiplin dan profesionalisme tanpa mengabaikan prinsip keadilan serta kepastian hukum bagi seluruh peserta.
"Jangan sampai anak-anak terbaik bangsa dihadapkan pada pilihan antara mengabdi kepada negara dan mempertahankan keyakinannya. Negara harus mampu menghadirkan sistem yang disiplin, profesional, adil, dan konstitusional," pungkas politisi Fraksi PKS tersebut.(jn/**)
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi langkah Bank Sumut dalam mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Ekonomi
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Teuku Rahmatsyah menegaskan komitmen jajaran Kejati Aceh untuk terus memperbaiki kinerja dan memulihka
Hukum
Penyidik Balai Gakkum dan Korwas PPNS dari Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan B seorang sopir sebagai tersangka karena membawa
Hukum
DPR RI menargetkan pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Perampasan Aset dapat dituntaskan dan diputus dalam Rapat Paripurna pali
Politik