Komisi III Akan Terus Kawal Kasus Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
Komisi III DPR RI memastikan akan mengawal proses pengungkapan kasus kematian mantan istri anggota Polri berinisial WL di Medan, Sumatera
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyoroti masih rendahnya kualitas dan pemerataan pendidikan di Provinsi Papua Pegunungan. Persoalan utama yang menjadi perhatian meliputi kekurangan tenaga pendidik, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta rendahnya angka partisipasi pendidikan.
Dalam kunjungan kerja reses ke Wamena, rombongan Komisi X DPR RI meninjau sejumlah fasilitas pendidikan dan berdialog langsung dengan pemerintah daerah, pengelola lembaga pendidikan, serta para guru di wilayah tersebut.
Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, mengungkapkan bahwa kondisi pendidikan di Papua Pegunungan masih tertinggal jauh dibandingkan dengan rata-rata nasional. Menurutnya, berbagai hambatan struktural masih menghambat kemajuan pendidikan di wilayah itu.
Baca Juga:"Kami melihat langsung kondisi nyata pendidikan di Papua. Gurunya masih kurang, sarana dan prasarananya terbatas, dan angka partisipasi sekolah juga rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah di Papua Pegunungan hanya sekitar 4,8 tahun, sementara nasional lebih dari 8 tahun. Ini menunjukkan perlunya intervensi serius," ujar Sabam kepada Parlementaria di Wamena, Senin (6/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Komisi X juga meninjau Yayasan Pendidikan PGI Napua Wamena. Hasil temuan menunjukkan, sebagian besar tenaga pengajar di sekolah tersebut masih berstatus sukarelawan dan belum memperoleh dukungan tenaga pendidik tetap. Kondisi ini menggambarkan beratnya tantangan dunia pendidikan di daerah pedalaman Papua.
"Kami melihat sendiri, di PGI Napua banyak guru yang bekerja secara sukarela karena belum ada tenaga pengajar tetap yang cukup. Tanpa dukungan sumber daya manusia yang memadai, sulit bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran," jelas Sabam.
Selain keterbatasan tenaga pendidik, Komisi X juga menemukan sejumlah kendala administratif, terutama terkait data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang tidak sinkron. Akibatnya, banyak siswa tidak tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
"Banyak anak-anak yang seharusnya mendapatkan bantuan PIP justru tidak menerima karena data Dapodik tidak sesuai. Ini persoalan serius yang harus segera dibenahi agar kebijakan afirmatif pemerintah tepat sasaran," tegas politisi Fraksi Partai Demokrat itu.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi X terhadap pelaksanaan berbagai program nasional di sektor pendidikan, termasuk pemerataan guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN-PPPK), implementasi Merdeka Belajar, serta penerapan kurikulum berbasis kearifan lokal di Papua Pegunungan.
Komisi X DPR RI berkomitmen menyampaikan hasil temuan lapangan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar segera ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat Papua.
Komisi III DPR RI memastikan akan mengawal proses pengungkapan kasus kematian mantan istri anggota Polri berinisial WL di Medan, Sumatera
Hukum
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas peran di Kota Padang, Sumatera Barat. Tidak hanya mengandalkan bisnis pembiayaan peru
Ekonomi
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
Komisi III DPR RI meminta Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya Winda Lorenza (35
Politik
Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elekt
Peristiwa
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah memperkuat strategi pemberantasan judi daring dengan tidak hanya memblokir situs
Politik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut secara tuntas penyebab
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Kepala S
Politik
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai praktik korupsi di Indonesia telah berada pada ti
Politik