Rabu, 03 Juni 2026

Bobby Nasution Gandeng RS An-Nisa, Sumut Siapkan Layanan Kesehatan Bertaraf Internasional

admin - Kamis, 21 Mei 2026 09:46 WIB
Bobby Nasution Gandeng RS An-Nisa, Sumut Siapkan Layanan Kesehatan Bertaraf Internasional
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima jajaran Direksi PT An-Nisa Utama, Direksi RS Haji Medan, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), PT Bank Sumut, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor

JELAJAHNEWS.ID -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui kolaborasi strategis dengan Rumah Sakit (RS) An-Nisa. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan modern dan bertaraf internasional yang dapat diakses seluruh masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima jajaran Direksi PT An-Nisa Utama, Direksi RS Haji Medan, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), PT Bank Sumut, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (21/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sumut dan RS An-Nisa membahas kolaborasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah.

Baca Juga:
"Kesehatan adalah salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kami menargetkan seluruh masyarakat Sumatera Utara bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC)," kata Bobby Nasution.

Menurut Bobby, program Universal Health Coverage (UHC) semula ditargetkan terealisasi dalam dua tahun masa kepemimpinannya. Namun, capaian tersebut berhasil diwujudkan lebih cepat sehingga masyarakat kini dapat memanfaatkan layanan UHC di seluruh rumah sakit di Sumatera Utara.

Meski demikian, Pemprov Sumut masih menerima berbagai masukan dan keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan rumah sakit yang dinilai belum sepenuhnya nyaman dan optimal. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern dengan standar pelayanan internasional.

"Kami ingin masyarakat Sumatera Utara, termasuk peserta BPJS Kesehatan, dapat menikmati pelayanan rumah sakit yang berkualitas dan berstandar internasional," ujarnya.

Bobby menjelaskan, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut akan melibatkan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) dan mitra strategis. Kolaborasi itu mencakup PT Dirga Surya, PT PPSU, RS Haji Medan, RS An-Nisa, dan PT Bank Sumut.

Dalam skema kerja sama operasi (KSO), masing-masing pihak memiliki peran berbeda. PT Dirga Surya bertanggung jawab menyediakan aset, RS An-Nisa mengelola operasional layanan sesuai standar profesional, sedangkan RS Haji Medan berperan menjaga mutu pelayanan, tata kelola, serta keberlanjutan operasional rumah sakit.

"Rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional ini merupakan kolaborasi dari internal, BUMD Sumut yakni PPSU, Dirga Surya, Bank Sumut, dan Rumah Sakit Haji," kata Bobby.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimi, menegaskan bahwa keterlibatan RS An-Nisa dalam proyek tersebut bukan untuk mengambil alih rumah sakit pemerintah, melainkan mempercepat transformasi layanan kesehatan melalui transfer pengalaman dan sistem manajemen yang telah terbukti berhasil.

"Kemitraan ini bukan mengambil alih rumah sakit pemerintah, tetapi mempercepat transformasi layanan melalui kolaborasi pengalaman operasional," ujar Faisal.

Direktur PT An-Nisa Utama, Muhammad Arif Nasution, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa RS An-Nisa memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan layanan kesehatan. Rumah sakit yang berdiri sejak 1990 itu awalnya hanya berupa rumah bersalin dengan 12 karyawan sebelum berkembang menjadi rumah sakit yang melayani peserta BPJS Kesehatan sejak 2016.

Menurut Arif, salah satu kekuatan RS An-Nisa terletak pada pengembangan SDM kesehatan melalui penerapan budaya kerja yang modern, efektif, dan efisien. Bahkan, rumah sakit tersebut kerap menjadi rujukan pelatihan bagi tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ini yang selalu menjadi fokus kami dalam pelayanan. Kami rutin memberikan pelatihan dan pendampingan bagi SDM rumah sakit dari Aceh sampai Papua," katanya.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru