Sabtu, 13 Juni 2026

Bobby Nasution Minta KONI Sumut Perkuat Pembinaan Atlet, Target Pertahankan Prestasi Nasional

admin - Selasa, 07 April 2026 10:57 WIB
Bobby Nasution Minta KONI Sumut Perkuat Pembinaan Atlet, Target Pertahankan Prestasi Nasional
Bobby Nasution saat menerima audiensi pengurus KONI Sumut di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (7/4/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut memperkuat pembinaan atlet dan menjaga integritas olahraga guna mempertahankan tren positif prestasi daerah di tingkat nasional. Langkah tersebut dinilai penting agar capaian Sumut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 tidak hanya menjadi prestasi sesaat, tetapi dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Pesan itu disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi pengurus KONI Sumut di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar beserta jajaran pengurus, di antaranya Indra Kasih, Bambang Kencono, dan Irwan Pulungan.

Dalam kesempatan itu, Bobby mengapresiasi perkembangan prestasi olahraga Sumatera Utara yang menunjukkan peningkatan dalam beberapa edisi PON. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah dilakukan berbagai cabang olahraga selama bertahun-tahun.

Baca Juga:
Data yang dipaparkan menunjukkan Sumut berhasil menempati peringkat kedelapan pada PON Riau 2012, peringkat kesembilan pada PON Jawa Barat 2016, peringkat ke-12 pada PON Papua 2021, hingga melonjak ke peringkat keempat nasional pada PON Aceh–Sumut 2024.

"Untuk mendapatkan tren positif, setidaknya kita harus mempertahankan peringkat nasional sampai tiga atau empat kali. Tetapi untuk menjaga itu, perlu pembinaan atlet melalui cabang olahraga yang intensif," ujar Bobby.

Ia menilai keberhasilan meraih posisi empat besar nasional harus dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan prestasi olahraga di Sumut.

Selain pembinaan, Bobby juga menyoroti pentingnya menjaga loyalitas atlet berprestasi agar tidak berpindah ke daerah lain. Menurutnya, fenomena perpindahan atlet kerap terjadi ketika daerah lain menawarkan fasilitas atau insentif yang lebih menarik.

Karena itu, ia mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat meningkatkan rasa bangga atlet terhadap daerah asalnya sekaligus memberikan nilai tambah bagi kehidupan mereka di luar arena pertandingan.

"Bagaimana atlet kita tidak tertarik untuk pindah ke daerah lain, itu harus dijaga. Bila perlu ada semacam penyemangat agar mereka merasa senang di Sumut. Misalnya seperti menjadikan atlet kita brand ambassador produk nasional, atau memberikan keistimewaan seperti diskon khusus dan sebagainya," katanya.

Bobby juga mengajak KONI Sumut untuk melihat olahraga dari perspektif yang lebih luas, bukan hanya sebagai ajang kompetisi dan prestasi, tetapi juga sebagai sektor yang memiliki potensi ekonomi besar.

Menurutnya, industri olahraga di berbagai negara telah berkembang menjadi salah satu sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah jika dikelola dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan Program Pembinaan Intensif (PPI) Tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.

Program tersebut mencakup berbagai kegiatan peningkatan kapasitas atlet, mulai dari latihan rutin, uji tanding (try out), hingga pemusatan latihan (training camp). Seluruh program dirancang untuk meningkatkan kualitas atlet yang berpotensi meraih prestasi pada tingkat nasional.

Menurut Hatunggal, kategori olahraga perorangan akan melibatkan 118 atlet pada tahap pertama dan 67 atlet pada tahap kedua. Sementara untuk cabang olahraga beregu, sebanyak 130 atlet akan mengikuti program pembinaan tersebut.

Secara keseluruhan, PPI 2026 akan melibatkan 315 atlet yang didukung oleh 84 pelatih serta 52 personel tim pengawas dan pendamping. Program dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap pada April, Juli, dan Oktober 2026.

Hatunggal juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumut terhadap perkembangan olahraga daerah. Menurutnya, arahan gubernur menjadi motivasi bagi KONI untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet serta memperluas penyelenggaraan kompetisi olahraga di Sumatera Utara.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru