Rabu, 22 Juli 2026

Bobby Nasution Tanggapi Keluhan Warga Tapteng, Tegaskan Bantuan Pascabencana Tergantung Validasi Data

admin - Senin, 13 April 2026 10:43 WIB
Bobby Nasution Tanggapi Keluhan Warga Tapteng, Tegaskan Bantuan Pascabencana Tergantung Validasi Data
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Lubukampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (13/4/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution merespons langsung keluhan warga terkait bantuan pascabencana saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Lubukampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (13/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bobby menegaskan bahwa anggaran bantuan telah tersedia, namun penyalurannya harus didasarkan pada data penerima yang valid dan telah diverifikasi oleh pemerintah daerah.

Keluhan disampaikan sejumlah warga yang mengaku belum menerima bantuan jatah hidup (jadup) maupun bantuan hunian sementara pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Menanggapi hal itu, Bobby meminta masyarakat memahami bahwa proses penyaluran bantuan harus mengikuti mekanisme pendataan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Untuk bantuan itu anggarannya sudah ada. Kami dari Pemerintah Provinsi tinggal menunggu datanya. Jadi jangan dibilang kami tidak menyalurkan. Makanya tanya ke Pak Camat," ujar Bobby Nasution saat meninjau pembangunan tanggul Sungai Badiri.

Baca Juga:
Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumut telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan korban bencana. Namun, realisasi bantuan sangat bergantung pada data yang disampaikan pemerintah kabupaten dan kota sebagai dasar penetapan penerima manfaat.

Ia menjelaskan bahwa validitas data menjadi faktor utama dalam proses penyaluran bantuan. Karena itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap akurasi data agar bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar berhak.

"Itu sudah disampaikan dari Kementerian Dalam Negeri, bahwa soal bantuan perlu data yang valid. Dan itu datanya ada di kabupaten/kota, di mana ada beberapa daerah yang cepat menerima bantuan. Tetapi ada juga yang belum menerima. Kami dari provinsi terus melakukan pendampingan, seperti di Tapteng termasuk yang paling sering kami dampingi," tegasnya.

Bobby mengatakan, sejak bencana hidrometeorologi melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, dirinya secara aktif turun ke lapangan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut mencakup tahap mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendataan korban tidak hanya mencakup jumlah warga terdampak, tetapi juga harus memuat klasifikasi kerusakan rumah secara rinci. Penilaian tersebut menjadi dasar dalam menentukan jenis bantuan yang layak diterima setiap keluarga.

"Kalau ada yang bilang mereka layak mendapatkan bantuan hunian, itu klasifikasinya kembali lagi ke pemerintah setempat, bagaimana mereka melihat itu. Misalnya ada yang rusak ringan dan tidak harus pindah, ada yang rusak berat dan sebagainya. Nah itu tergantung dari kepala desa, camat, dan bupati, termasuk data kerusakan perabotan rumah tangga," jelas Bobby.

Menurutnya, rumah yang mengalami kerusakan ringan tentu memerlukan penanganan berbeda dengan rumah yang rusak berat atau tidak lagi layak huni. Oleh karena itu, proses verifikasi harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah agar menjadikan pendataan korban bencana sebagai prioritas utama. Ia meminta kepala desa, camat, hingga kepala daerah aktif memantau perkembangan data penerima bantuan agar tidak ada warga yang terlewat.

"Pesan saya untuk kepala desa, camat dan kepala daerah, sering-sering memeriksa data masyarakat. Kalau bisa saat bangun tidur atau sebelum tidur. Dicek datanya, berapa yang belum dapat bantuan. Itu jadi menu harian dan alarm pagi, alarm tidur malamnya itu," pungkasnya.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru