Rabu, 22 Juli 2026

Bobby Nasution Lepas Pengiriman 1,05 Ton Cabai Merah Karo ke Palangkaraya

admin - Rabu, 22 April 2026 08:43 WIB
Bobby Nasution Lepas Pengiriman 1,05 Ton Cabai Merah Karo ke Palangkaraya
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas pengiriman 1,05 ton cabai merah dari Kabupaten Karo ke Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah,di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (22

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas pengiriman 1,05 ton cabai merah dari Kabupaten Karo ke Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah,di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (22/4/2026).Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mempertemukan daerah penghasil komoditas pangan yang mengalami surplus dengan daerah konsumen yang mengalami defisit pasokan.

Baca Juga:
Bobby Nasution menegaskan bahwa kerja sama antardaerah tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan komoditas pangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.

"Tolong jadikan KAD ini sebagai salah satu program unggulan. Kalau sudah banyak kabupaten/kota yang menjalin kerja sama antardaerah, maka prioritaskan daerah yang telah membuat komitmen KAD," ujar Bobby.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani dalam menjaga kesinambungan pasokan serta kualitas komoditas yang diperdagangkan.

Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan pelaksanaan program KAD dapat menjangkau 12 kabupaten/kota pada tahun 2026. Melalui perluasan kerja sama tersebut, pemerintah berharap distribusi komoditas pangan menjadi lebih merata dan harga di tingkat petani dapat terjaga.

"Ini terobosan luar biasa, sudah menolong para petani cabai di Karo. Yang kami lakukan ini pure untuk kesejahteraan para petani," kata Bobby.

Ia menambahkan, kerja sama antardaerah juga mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, menjamin harga jual yang lebih baik bagi petani, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta memastikan kebutuhan komoditas di daerah tujuan tetap terpenuhi.

Bobby memastikan pengiriman cabai merah ke luar daerah tidak akan mengganggu pasokan di Sumatera Utara. Menurutnya, produksi cabai merah di daerah sentra masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, terutama setelah berakhirnya periode hari besar keagamaan yang biasanya meningkatkan permintaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan menjelaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangkaraya baru dimulai pada tahun ini. Pengiriman yang dilakukan saat ini merupakan tahap ketiga dengan total distribusi mencapai 1,05 ton cabai merah.

"KAD ini sangat membantu para petani di Karo. Karena harga cabai merah di tingkat petani sempat turun. Pernah turun hingga Rp9.000 per kilogram. Setelah KAD, harganya kemudian naik, hingga kini berada di harga Rp25.000 per kilogram," ujarnya.

Menurut Komando, program tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap dengan harga yang lebih baik. Kondisi ini dinilai sangat membantu menjaga keberlangsungan usaha pertanian cabai di Kabupaten Karo.

Kabupaten Karo sendiri merupakan salah satu sentra produksi cabai merah terbesar di Sumatera Utara dengan luas lahan mencapai sekitar 4.000 hektare. Selain memasok kebutuhan lokal, cabai merah dari Karo juga didistribusikan ke sejumlah daerah lain seperti Sumatera Barat dan Riau.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Terpuk Sisiwa, Pedoman Ginting, mengatakan manfaat kerja sama antardaerah mulai dirasakan langsung oleh para petani. Menurutnya, sinergi antardaerah menjadi solusi efektif dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga komoditas pertanian.

Ia menjelaskan bahwa Gapoktan Terpuk Sisiwa menaungi 13 kelompok tani dengan kapasitas produksi cabai merah mencapai 3 hingga 4 ton per hari.

"Setelah adanya KAD, harga cabai merah di pasaran berangsur naik, dari Rp9.000 per kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram. Terakhir harganya Rp25.000 per kilogram. Untuk harga kesepakatan KAD dengan Palangkaraya kami sepakati Rp21.000 per kilogram. Harga pokok produksi di Karo Rp18.000 per kilogram. Harga segitu masih bisa untung," pungkasnya.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru