Jumat, 29 Mei 2026

Kolaborasi Lintas Profesi Dinilai Penting untuk Mitigasi Bencana di Sumut

admin - Rabu, 06 Mei 2026 15:55 WIB
Kolaborasi Lintas Profesi Dinilai Penting untuk Mitigasi Bencana di Sumut
Sulaiman Harahap saat menerima audiensi pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (6/5/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sulaiman Harahap menegaskan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menyusun strategi mitigasi bencana guna meminimalkan dampak bencana di Sumatera Utara yang memiliki tingkat kerawanan geografis cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan Sulaiman Harahap saat menerima audiensi pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (6/5/2026).

Menurut Sulaiman, kondisi geografis Sumut yang didominasi kawasan perbukitan dan tebing di sepanjang jalur transportasi membuat wilayah tersebut rentan terhadap berbagai jenis bencana, baik bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi.

Baca Juga:
"Masalah bencana ini ada yang bisa diprediksi dan ada juga yang tidak. Karena geografis kita sangat rentan, hal utama yang harus dimiliki adalah mitigasi untuk mengurangi risiko yang timbul," ujar Sulaiman Harahap.

Ia mengapresiasi kontribusi para aktivis, akademisi, pengusaha, relawan, hingga unsur masyarakat yang tergabung dalam FPRB karena dinilai konsisten membantu pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana di daerah.

Sulaiman juga mendorong FPRB untuk menyusun konsep jalur mitigasi dan evakuasi yang efektif, baik untuk menghadapi potensi bencana di wilayah daratan maupun kawasan pesisir dan laut. Menurutnya, pengalaman berbagai bencana yang pernah terjadi di Sumut menjadi pelajaran penting untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.

"Saat ini kita perlu melakukan mitigasi dan pemetaan potensi bencana yang dapat diantisipasi dengan bantuan teknologi. Saya berharap forum ini dapat memikirkan bagaimana membentuk jalur mitigasi dan evakuasi yang tepat," katanya.

Ia menilai pemanfaatan teknologi dalam pemetaan potensi bencana menjadi kebutuhan mendesak agar pemerintah dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi lebih cepat dan terukur.

Sementara itu, Ketua FPRB Provinsi Sumut Bahdin Nur Tanjung menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah koordinasi berbagai unsur masyarakat yang dibentuk sesuai amanat Undang-Undang tentang Penanggulangan Bencana.

Menurut Bahdin, FPRB melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengusaha, relawan, akademisi, hingga media massa untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan kebencanaan di Sumut.

"Kami hadir sebagai pengurus sekaligus aktivis yang ditugaskan melakukan koordinasi penanggulangan bencana dari segala aspek. Sumut merupakan salah satu provinsi yang telah membentuk forum ini, dan saat ini kami memasuki periode kedua," jelas Bahdin.

Ia juga menyampaikan bahwa FPRB telah turun langsung membantu penanganan sejumlah bencana di berbagai daerah di Sumut, seperti di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat. Bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor serta dukungan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.

Melalui audiensi tersebut, FPRB berharap memperoleh arahan dan dukungan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Sumut dalam menyusun konsep penanggulangan bencana yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

"Kami siap melaksanakan yang terbaik demi keselamatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana di Sumatera Utara," pungkasnya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru