Jaga Alam , Songsong Masa Depan: Jejak Konservasi INALUM dari Danau Toba hingga Pesisir Batu Bara
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam
JELAJAHNEWS.ID -Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami yang menjaga salah satu danau vulkanik terbesar di dunia tetap lestari. Di sisi lain, ombak kecil menyapu pesisir Kabupaten Batu Bara, tempat ribuan bibit mangrove mulai tumbuh menjadi pelindung alami pantai dari ancaman abrasi.
Dua kawasan dengan karakter yang berbeda itu memiliki satu benang merah, keduanya menjadi bagian dari komitmen PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dalam menjaga keseimbangan alam. Bagi perusahaan pengolahan aluminium tersebut, keberlanjutan bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata yang diwujudkan melalui berbagai program konservasi lingkungan.
Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, INALUM menempatkan perlindungan ekosistem sebagai bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Keberhasilan sebuah industri, menurut perusahaan, tidak hanya diukur dari pertumbuhan produksi atau pencapaian ekonomi, tetapi juga dari kontribusinya dalam menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Baca Juga:Berbeda dengan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan memiliki kewajiban melakukan reklamasi lahan pascatambang, INALUM menerapkan pendekatan yang lebih preventif. Karena tidak melakukan aktivitas penambangan secara langsung, perusahaan memilih menjaga keseimbangan ekosistem sejak awal agar kerusakan lingkungan dapat dicegah sebelum terjadi.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang memadukan kepentingan industri, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian alam. Seluruh program lingkungan perusahaan juga dijalankan dengan mengacu pada berbagai regulasi nasional, mulai dari Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, hingga ketentuan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Salah satu langkah awal yang dilakukan perusahaan adalah mengenali terlebih dahulu kekayaan hayati di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui pemetaan flora dan fauna, INALUM mengidentifikasi berbagai spesies yang masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) maupun daftar konservasi nasional. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah perlindungan yang lebih tepat sasaran.
Komitmen menjaga keanekaragaman hayati itu juga diwujudkan melalui rehabilitasi habitat di kawasan Pantai Sejarah dan Pantai Perjuangan, Kabupaten Batu Bara. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mempertahankan habitat berbagai spesies yang hidup di kawasan tersebut.
Perhatian perusahaan terhadap lingkungan tidak berhenti di kawasan pesisir. Bersama PT PLN Indonesia Power (PJT I), INALUM mengembangkan berbagai program konservasi di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba sepanjang 2025. Program tersebut mencakup pembangunan 10.000 unit biopori, 500 unit sumur resapan, serta 15 sumur injeksi untuk meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.
Selain itu, perusahaan membentuk tiga kebun bibit rakyat yang mampu memproduksi sekitar 150.000 bibit setiap tahun. Produksi bibit juga diperkuat melalui pembibitan modern dengan kapasitas mencapai 500.000 bibit per tahun. Upaya tersebut didukung pengembangan 15 sekolah peduli lingkungan yang diharapkan mampu menanamkan kesadaran konservasi kepada generasi muda.
Program perlindungan kawasan juga terus diperluas melalui penanaman pohon di lebih dari 1.000 hektare lahan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Daerah Tangkapan Air Danau Toba yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan sumber daya air dan keseimbangan ekosistem.
Di sektor energi, komitmen terhadap lingkungan juga terlihat dari penggunaan listrik berbasis energi terbarukan. Pada 2025, sebanyak 95,51 persen kebutuhan energi produksi aluminium dipenuhi melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 94,29 persen.
Penggunaan energi bersih tersebut berjalan beriringan dengan berbagai program efisiensi energi yang turut berkontribusi dalam menekan emisi karbon perusahaan. Sejak 2018, area reboisasi di Daerah Tangkapan Air Danau Toba pun telah mencapai lebih dari 2.300 hektare.
Program penghijauan menjadi salah satu langkah nyata yang terus diperkuat perusahaan. Dalam kurun waktu 2018 hingga 2025, INALUM telah melakukan penanaman pohon di lahan seluas sekitar 1.934 hektare.
Salah satu wujud komitmen itu hadir melalui pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kehati Paritohan seluas empat hektare. Kawasan ini tidak hanya ditanami berbagai tanaman endemik seperti kemenyan, suren, dan andaliman, tetapi juga dilengkapi fasilitas biopori, sumur resapan, kolam ikan, hingga penangkaran rusa.
Lebih dari sekadar ruang hijau, kawasan tersebut kini berfungsi sebagai pusat edukasi lingkungan yang mengajak masyarakat mengenal pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menjadi laboratorium alam bagi berbagai kegiatan konservasi.
Di wilayah pesisir Kabupaten Batu Bara, perhatian perusahaan juga tertuju pada ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai. Sepanjang 2025, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam bersama masyarakat melalui Program Pohon Asuh dan kolaborasi dengan kelompok tani maupun organisasi nelayan.
Keberadaan mangrove bukan hanya berfungsi sebagai benteng alami yang mampu mengurangi dampak abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan mata pencaharian dari laut.
Konservasi pesisir pun diperluas melalui perlindungan habitat burung migran yang setiap tahun singgah di kawasan Batu Bara. Berbagai kegiatan edukasi masyarakat, bird watching, hingga sosialisasi peraturan desa mengenai perlindungan burung air migran menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.
Seluruh rangkaian program itu menggambarkan bahwa pembangunan industri tidak selalu harus berhadapan dengan upaya pelestarian lingkungan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan berdampingan ketika dikelola dengan komitmen yang kuat dan perencanaan yang berkelanjutan.
Bagi INALUM, menjaga alam berarti menjaga masa depan. Sebab keberlanjutan sejati bukan hanya tentang menghasilkan aluminium untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga memastikan hutan tetap hijau, air tetap lestari, pesisir tetap terlindungi, dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.
Dari Danau Toba hingga pesisir Batu Bara, jejak konservasi itu menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat tumbuh bersama menuju masa depan yang lebih hijau.(Fitmen/jn)
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam
Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola dunia. Kapten Timnas Argentina itu kini telah mengo
Olahraga
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran
Politik
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia harus memberikan
Ekonomi
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Saan Mustopa, menegaskan bahwa DPR RI akan menindaklanjuti
Politik
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penyempurnaan regulasi ketenagakerjaan harus melibatkan seluruh p
Ekonomi
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan yang dihadapi dokter muda peserta Uji Kompetensi
Politik
Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (17/6/2026), berujung ricuh setelah massa terlibat bentrokan dengan
Peristiwa
Seorang warga lanjut usia bernama Jumarimba Boangmanalu mengaku belum menerima pelunasan pembayaran atas penjualan lahan dan rumah miliknya
Peristiwa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution resmi melarang aparatur sipil negara (ASN), tenaga nonASN, hingga pegawai Bada
Daerah