DPR Minta Masyarakat Terbuka dalam Survei Ekonomi BPS
Komisi X DPR RI mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan data kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan survei ekonomi
Politik
JELAJAHNEWS.ID - Dolly Siahaan (53) telah lama menderita sakit hingga tak berdaya lagi. Dolly divonis menderita glaukoma, ia pun tak lagi bisa melihat karena mengalami kebutaan pada kedua matanya, ditulis Minggu (6/3/2022).
Kini, ia hanya bisa bediam diri di rumah. Hal itu disebabkan penyakit Glaukoma yang dideritanya sejak tahun 2017 silam mengakibatkan kedua bola matanya mengalami kebutaan.
Penyakit glaukoma yang menyerang Dolly Siahaan warga Jalan Serayu II, No 23 Dusun V Kelurahan Medan Krio, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan ini sudah sekitar lima tahun lebih.
Jangankan untuk mencari nafkah, untuk duduk saja Dolly sudah harus dibantu oleh istrinya. Belum lagi ketika istri Dolly pergi keluar sebagai tukang cuci ke tetangga, dan terpaksalah Dolly harus sendirian dirumah.
Dan untuk menghilangkan rasa bosannya, Dolly sekali-kali keliling didalam rumah yang sangat sederhana itu sambil tertatih-tatih agar dapat meraih jalan tanpa menabrak dinding rumahnya.
Bisa dibayangkan selama 5 tahun dengan kondisi tak berdaya, Dolly tak lagi sanggup menghidupi keluarganya. Itulah sebabnya membuat istri Dolly harus banting tulang cari nafkah.
Alhasil, istrinya pun jadi tukang cuci dengan hasil 150 ribu, itupun tidak tiap hari dilakoni dan hanya sekali-kali jika ada yang membutuhkan.
Dolly Siahaan kini sedang membutuhkan uluran tangan dari semua pihak, termasuk anda yang sedang membaca berita ini.
Ia yang dulunya sehat bugar dan bisa mencari nafkah untuk keluarga, kini semangat itu tak lagi dimiliki dan bisa dikata nyaris hilang. Sebab, batinnya tak tega membiarkan istri tercintanya bersusah payah menghidupi dirinya dan anak semata wayangnya.
Kebutaan yang dialami Dolly, membuatnya tak lagi bisa bekerja. Padahal ia memiliki tanggung jawab kepada istrinya bernama Marlyn Neputi (52), dan anak perempuannya berusia 13 tahun.
Kasihannya lagi, semua harta benda milik Dolly sudah habis terjual untuk biaya berobat semenjak penyakit itu menghinggapi dirinya. Bahkan, sudah tak ada lagi yang bisa diperjual belikan.
"Sudah tidak ada lagi yang bisa dijual, dan tak ada yang bisa dikerjakan akibat kedua bola mata sudah tidak bisa melihat lagi," kata Dolly Siahaan, seraya menahan isak tangisnya.
Dolly juga menceritakan, menurut isterinya Marlyn Neputi, telah ada datang tiga (3) orang pada Minggu 6 Maret 2022) siang.
"Mereka katanya dari PBB (Pemuda Batak Bersatu Pak," ucap Dolly.
Menurutnya, orang PBB itu nantinya akan menginformasikan keadaannya kepihak Dinas Sosial agar diperhatikan oleh Negara.
"Sabar yah Pak, kami akan membantu Bapak menginformasikan keadaan Bapak ke pihak Dinas Sosial, agar Bapak bisa sehat Kembali," ujar Dolly menirukan perkataan PBB itu.
Ia mengatakan, selain memberikan berupa pencerahan, orang PBB itu juga memberikan sedikit bantuan namun ia enggan menyebutkan bentuk bantuan apa yang telah diberikan.
Bilamana ada yang tersentuh hatinya untuk membantu bisa menghubungi telepon di nomor ini 081361049099.
Atau transfer dana ke Nomor Rekening BRI : 3275-0104-8015-534 atas nama Marlyn M P Uneputty. (***)
Komisi X DPR RI mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan data kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan survei ekonomi
Politik
Panitia Kerja (Panja) Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI) di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melanjutkan
Politik
Status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Rasyid Ridho alias Cek Rasyid dalam perkara penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal
Hukum
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang kebal hukum dalam kasus dugaan tindakan rasis,
Politik
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. H. Saiful Anwar Matondang, membenarkan dirinya dipanggil
Hukum
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Tiga penandatanganan nota kes
Ekonomi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi Kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja
Daerah
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kesiapan fasilitas terbaik untuk penyelenggaraan Piala AFF U19 2026
Daerah
Komisi XI DPR RI meminta pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada masyara
Politik
Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion mengecam keras dugaan kejahatan seksual yang dilakukan oknum pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati
Hukum