DPR Dukung Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Soroti Dugaan ‘Klaster Mewah’
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan, Afif Abdillah kembali menegaskan sikapnya terkait polemik penonaktifan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau BPJS gratis yang ramai diperbincangkan publik. Ia menyatakan tidak setuju dengan penonaktifan BPJS PBI secara sepihak oleh Kementerian Sosial maupun BPJS Kesehatan tanpa pemberitahuan yang jelas kepada masyarakat.
Menurut Afif, sikap penolakannya terhadap mekanisme tersebut justru menjadi konteks utuh dari pernyataannya yang belakangan dinilai keliru akibat dipotong dan dipelintir.
"Posisi saya jelas, saya tidak setuju dengan penonaktifan BPJS PBI atau gratis secara sepihak. Saya menyuarakan agar peraturan ini diubah dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ini konteks penuh dari apa yang saya sampaikan," tegas Afif, Sabtu (14/2/2026).
Ia menuturkan, banyak masyarakat yang datang mengadu karena BPJS PBI mereka dinonaktifkan secara tiba-tiba tanpa peringatan maupun penjelasan penyebabnya. Kondisi tersebut, kata Afif, menimbulkan kebingungan dan keresahan di tengah masyarakat.
"Sangat banyak warga yang BPJS PBI-nya diputus sepihak tanpa pemberitahuan. Mereka bertanya kepada saya, dan di situlah saya menjelaskan mekanisme sistem yang ada. Sayangnya, pernyataan saya dipotong dan disebarkan tanpa konteks oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Afif juga menegaskan bahwa dirinya bukan pembuat kebijakan terkait aturan penonaktifan BPJS PBI, karena kewenangan tersebut berada di tingkat pemerintah pusat.
"Saya bukan pembuat peraturan ini. Saya anggota DPRD di level kota yang tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan di pusat," katanya.
Lebih lanjut, Afif menyebut posisinya selama ini adalah melindungi dan mengingatkan masyarakat di daerah pemilihannya agar tidak menjadi korban sistem akibat kurangnya informasi dan pemahaman.
"Tugas saya adalah mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak dirugikan oleh sistem yang berlaku di pusat karena ketidaktahuan," jelasnya.
Afif juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2019 hingga saat ini, dirinya bersama tim terus aktif membantu masyarakat yang BPJS PBI-nya dinonaktifkan agar dapat kembali diaktifkan.
"Sejak 2019 sampai sekarang, saya dan tim masih terus mendampingi dan membantu warga yang BPJS gratisnya dinonaktifkan supaya bisa aktif kembali," sebut Afif.
Ia berharap polemik ini menjadi evaluasi bersama agar kebijakan penonaktifan BPJS PBI ke depan dilakukan secara lebih transparan, manusiawi, dan berpihak pada masyarakat kecil.(jai)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik