Selasa, 13 Januari 2026

Pertamina Diminta Revolusi Sistem Keselamatan Usai Kebakaran Kilang Dumai

admin - Minggu, 05 Oktober 2025 19:22 WIB
Pertamina Diminta Revolusi Sistem Keselamatan Usai Kebakaran Kilang Dumai
Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir

JELAJAHNEWS.ID -Insiden kebakaran yang kembali melanda Kilang Pertamina RU II Dumai menuai sorotan tajam dari Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir. Ia menilai kejadian berulang itu menjadi bukti lemahnya sistem pengamanan dan budaya keselamatan di tubuh perusahaan energi pelat merah tersebut.

"Sudah tidak bisa lagi ada toleransi terhadap kebakaran di kilang. Ini bukan hanya masalah teknis, tetapi menyangkut keselamatan manusia dan keamanan energi nasional," ujar Jalal, Minggu (5/10/2025).

Politisi Fraksi PKS yang akrab disapa Haji Jalal itu menegaskan, Pertamina perlu melakukan revolusi sistem keselamatan, bukan sekadar perbaikan prosedural. Ia mendesak agar seluruh sistem deteksi dan pencegahan bekerja secara otomatis dan presisi tinggi.

Baca Juga:
"Sistem pengamanan harus mampu mendeteksi dini setiap potensi kebocoran dan kebakaran. Jangan lagi menunggu reaksi manual yang terlambat," tegasnya.

Menurut Jalal, pembenahan menyeluruh harus dimulai dari audit internal terhadap SOP (standar operasional prosedur) di seluruh kilang, diikuti dengan latihan simulasi darurat secara rutin. Ia juga meminta transparansi dan akuntabilitas dalam setiap insiden yang terjadi.

Selain memperbaiki sistem teknis, Jalal menilai bahwa budaya keselamatan di lingkungan kerja Pertamina masih perlu diperkuat.

"Keselamatan harus menjadi DNA setiap pekerja, bukan sekadar slogan di dinding kantor," ucapnya.

Ia menambahkan, Pertamina sebagai BUMN strategis pengelola energi nasional memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga kepercayaan publik.

"Setiap insiden kebakaran menimbulkan kerugian besar dan menurunkan kredibilitas perusahaan. Pemerintah tidak boleh diam, harus ada evaluasi total terhadap manajemen risikonya," kata Jalal.

Jalal pun mendesak Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM untuk memastikan hasil evaluasi tersebut menghasilkan perubahan nyata.

"Pertamina harus bertransformasi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang aman dan andal. Tidak boleh ada lagi korban akibat kelalaian," pungkasnya.(**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru