Minggu, 01 Maret 2026

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan ‘Bunker-Buster’

admin - Minggu, 01 Maret 2026 12:41 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan ‘Bunker-Buster’
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.(Foto:dok)

JELAJAHNEWS.ID -Kantor berita Iran, Tasnim News Agency dan Fars News Agency, melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia. Hingga Minggu (1/3/2026), belum ada keterangan resmi dari otoritas Iran mengenai penyebab maupun detail kematiannya.

Pasca laporan tersebut beredar, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta tujuh hari libur nasional. Kebijakan itu diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan menyusul serangan yang dilaporkan terjadi di kompleks Beit-e Rahbari, Teheran, pada Sabtu (28/2/2026).

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, turut menyampaikan pernyataan melalui media sosial miliknya, Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menyebut Khamenei meninggal dunia setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke kompleks Beit-e Rahbari.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Trump di Truth Social, seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (1/3/2026).

Sementara itu, media Israel Channel 12, yang juga dikutip AFP, melaporkan bahwa sebanyak 30 bom dijatuhkan ke kompleks tersebut. "Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri," demikian laporan Channel 12.

Sebelumnya, The New York Times mengungkap citra satelit dari Airbus Defence and Space yang menunjukkan bangunan utama di kompleks Beit-e Rahbari hancur total setelah serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Serangan itu dilaporkan terjadi pada Sabtu (28/2/2026).

Beit-e Rahbari selama ini dikenal bukan hanya sebagai kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran, tetapi juga sebagai lokasi penting untuk menerima pejabat senior dan tamu kenegaraan. Dari foto udara yang beredar, bangunan utama yang menjadi tempat tinggal Khamenei beserta area pengamanan di sekitarnya tampak rata dengan tanah.

Sejumlah analis militer menilai pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster), yakni jenis senjata yang dirancang untuk menembus struktur beton tebal dan menghancurkan fasilitas bawah tanah.

Meski berbagai laporan telah beredar dari media internasional dan pejabat asing, hingga kini otoritas resmi Iran belum memberikan pernyataan rinci mengenai kronologi maupun konfirmasi langsung terkait penyebab kematian Khamenei. Situasi tersebut memicu perhatian global, mengingat posisi strategis Khamenei dalam struktur politik dan militer Iran serta dampaknya terhadap dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Perkembangan lebih lanjut masih dinantikan, termasuk kemungkinan pernyataan resmi pemerintah Iran dan respons dari komunitas internasional terkait kabar tersebut.(jn/**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru