DPR Dukung Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Soroti Dugaan ‘Klaster Mewah’
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
JELAJAHNEWS.ID - KebijakanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang menerbitkan surat edaran tentang penataan penjualan daging babi di seluruh wilayah Kota Medan menuai polemik dan gelombang protes. Sejumlah pedagang dan elemen masyarakat menilai kebijakan tersebut melampaui permintaan awal organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sebelumnya hanya meminta penertiban di tiga lokasi tertentu.
Surat edaran itu diterbitkan sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menginstruksikan penataan dan penertiban seluruh titik penjualan daging babi dengan alasan menjaga ketertiban umum, kebersihan, serta penataan ruang kota.
Namun, kebijakan tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak. Sejumlah pedagang menilai langkah itu tidak proporsional dan berpotensi merugikan pelaku usaha kecil yang selama ini berjualan secara legal di lokasi tradisional serta membayar retribusi kepada pemerintah daerah.
Baca Juga:
Praktisi hukum Franz Harahap, SH, MH, menyebut kebijakan tersebut tidak sejalan dengan permintaan awal ormas. Menurut dia, aspirasi yang disampaikan sebelumnya hanya terkait tiga titik yang dianggap bermasalah.
"Sejak awal yang diminta hanya penertiban di tiga titik, bukan seluruh Kota Medan. Namun, responsnya justru berupa surat edaran yang mengatur semua lokasi. Ini yang kemudian memicu polemik," ujar Franz, Sabtu (28/2/2026).
Gelombang demonstrasi pun terjadi dalam beberapa hari terakhir. Massa yang terdiri atas pedagang, aktivis, dan masyarakat mendatangi Kantor Wali Kota Medan, dan melayangkan protes untuk menyuarakan penolakan terhadap surat edaran tersebut.
Mereka menilai kebijakan itu berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif dan mengancam mata pencaharian pedagang kecil.
Salah seorang perwakilan pedagang menyebutkan bahwa mayoritas pelaku usaha telah memenuhi kewajiban administrasi, termasuk pembayaran retribusi. "Kami sudah berjualan sesuai aturan dan membayar retribusi. Jika ada masalah di lokasi tertentu, seharusnya yang ditertibkan hanya di sana, bukan semuanya," ujarnya, Kamis (26/2/2026) saat melakukan aksi demo, di depan kantor Wali Kota Medan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik