Perluas Akses Air Bersih, Perumda Tirtanadi Siapkan Program Sambungan Baru dan Keringanan Tunggakan
Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui perluasan akses air minum yang sehat, aman,
Ekonomi
MEDAN - Kinerja Polisi Sektor (Polsek) Helvetia Polrestabes Medan dinilai tidak profesional, dan bahkan dituding lamban dalam menangani sebuah kasus.
Terbukti sampai saat ini belum mampu menangkap pelaku kasus penganiayaan perampasan harta benda yang menimpa Sarinah Siregar (44) warga Jalan Klambir 5 Gg. Anisalala, Kelurahan Tg Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.
Padahal pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, anehnya sampai saat ini belum dilakukan sebuah penahanan.
\"Saya sangat kecewa dengan kinerja Polsek Helvetia, ada sekitar 7 bulan lebih lamanya saya melaporkan kasus penganiayaan disertai perampasan harta benda yang menimpa saya, namun sejauh ini tak ada kepastian hukum yang saya dapatkan,\" ungkap korban, Sarinah Siregar yang juga sebagai owner disalah satu media online, kepada wartawan ketika ditemui, Selasa (28/1/2020).
Terkait hal tersebut korban berencana akan menghadap langsung kepada Bapak Kapolda Sumut guna melaporkan hal ini.
\"Sudah jelas saya jadi korban, tetapi saya merasa tidak mendapat keadilan, terkait hal ini saya akan menghadap langsung sama Bapak Kapoldasu guna melaporkannya,\" ucap Sarinah.
Kembali dikatakan korban, kasus tersebut sudah dilaporkannya sejak 7 bulan lebih yang lalu, yakni pada Kamis 18 Juni 2019, yang tertuang dalam surat laporan polisi LP/423/VI/2019/SU/Polrestabes Medan/SPKT Sek Medan Helvetia.
Dalam laporannya, korban mengaku ada sekitar 13 orang yang datang kerumahnya pada malam hari kejadian tersebut, namun enam orang diantaranya yakni anak tirinya berinisial, AP, YY, YK, YN dan VR, serta salah satunya HR (menantu) melakukan pengeroyokan dan penganiayaan.
\"Malam kejadian tersebut, mereka datang beramai-ramai ada sekitar 13 orang, namun 6 orang yang memukuli, menunjang, menjambak dan menyeret saya keluar dari rumah,\" ungkapnya.
Akibat peristiwa tersebut korban Sarinah mengalami luka lebam dibeberapa bagian tubuh. Tidak hanya sampai disitu saja usai dianiaya para pelaku juga membawa kabur sejumlah harta benda dan uang tunai milik korban.
\"Setelah saya tak berdaya karena dikeroyok, kemudian mereka (para pelaku) membawa kabur harta benda saya diantaranya, 1 unit Mobil, 1 Unit sepeda motor, 3 buah surat tanah, uang tunai Rp 50 Juta, sejumlah pakaian, leptop, 4 pasang sepatu dan juga 2 goni beras, beserta 3 kotak Syrup juga ikut dibawa kabur mereka,\" pungkas Sarinah.
Terkait lambannya pengungkapan kasus tersebut, Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu S Usman NST yang dikonfirmasi lewat WhatsApp telpon selulernya, Rabu (29/1/2020) mengajak wartawan untuk ketemu dengan mengucapkan agar tidak gagal paham.
\"Untuk lebih lengkap dan jelas kita jumpa aja bang, biar jelas dan tidak gagal paham,\" balasnya.
Ketika ditanya kembali tentang tindak lanjut kasusnya, Iptu Usman mengaku pihaknya sudah memanggil pelaku namun tak datang.
\"Sudah 2 kali kami surati sebagai TSK namun yang bersangkutan tak hadir. Sudah 2 kali juga kami datangi dengan membawa surat perintah membawa, tapi tidak menemukan TSK. Dan kami akan panggil kembali kakak-kakak TSK untuk diperiksa lanjutan, dan kami masih mencari tau dimana keberadaan TSK saat ini,\" ujar Usman. (Red/rel)
Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui perluasan akses air minum yang sehat, aman,
Ekonomi
Komisi III DPR RI memastikan akan mengawal proses pengungkapan kasus kematian mantan istri anggota Polri berinisial WL di Medan, Sumatera
Hukum
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas peran di Kota Padang, Sumatera Barat. Tidak hanya mengandalkan bisnis pembiayaan peru
Ekonomi
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
Komisi III DPR RI meminta Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya Winda Lorenza (35
Politik
Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elekt
Peristiwa
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah memperkuat strategi pemberantasan judi daring dengan tidak hanya memblokir situs
Politik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut secara tuntas penyebab
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Kepala S
Politik