Rabu, 03 Juni 2026

Pemprov Sumut Siap Kolaborasi Gelar INACRAFT di Medan, Berpotensi Digabung dengan PRSU 2027

admin - Senin, 25 Mei 2026 09:42 WIB
Pemprov Sumut Siap Kolaborasi Gelar INACRAFT di Medan, Berpotensi Digabung dengan PRSU 2027
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, saat menerima audiensi pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (25/5/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), pameran kerajinan tangan terbesar dan paling bergengsi di Indonesia, di Kota Medan. Bahkan, Pemprov Sumut menawarkan sinergi strategis dengan menggabungkan penyelenggaraan INACRAFT bersama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) pada 2027 guna memperluas dampak ekonomi dan promosi produk unggulan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, saat menerima audiensi pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (25/5/2026).

Menurut Sulaiman, rencana penyelenggaraan INACRAFT di Medan sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga:
"Tentunya kami menyambut baik kegiatan ini. Pemprov Sumut memiliki tagline 'Kolaborasi Sumut Berkah' dan kegiatan ini sangat sejalan untuk bisa kita kolaborasikan nantinya," ujar Sulaiman Harahap.

Ia menegaskan, penyelenggaraan pameran berskala nasional maupun internasional memerlukan persiapan yang matang, mulai dari penentuan lokasi, dukungan infrastruktur, promosi, hingga koordinasi teknis antarpihak terkait.

Untuk itu, Pemprov Sumut menawarkan dua opsi pelaksanaan kepada ASEPHI. Opsi pertama adalah menggelar INACRAFT bersamaan dengan PRSU 2027. Kolaborasi tersebut dinilai dapat meningkatkan jumlah pengunjung, memperluas promosi produk kerajinan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Sementara opsi kedua adalah menyelenggarakan INACRAFT dalam waktu lebih dekat pada 2026 dengan memanfaatkan pusat perbelanjaan strategis di Kota Medan sebagai lokasi kegiatan.

"Saya minta ini harus dikomunikasikan lebih lanjut secara matang mengenai penyelenggaraan event ini. Kita coba di tahun 2027 nanti kita dapat berkolaborasi, perayaan PRSU bergabung dengan event INACRAFT," katanya.

Sulaiman juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas produk yang dipamerkan dalam ajang INACRAFT. Berdasarkan pengalamannya saat mengunjungi pameran tersebut di Jakarta, berbagai produk kerajinan yang ditampilkan memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

"Produk-produk yang ditampilkan sangat baik kualitasnya, tetapi tetap memiliki harga yang terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Badan Pengurus Daerah (BPD) ASEPHI Sumut, RE Nainggolan, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemprov Sumut terhadap rencana penyelenggaraan INACRAFT di Medan.

Menurutnya, ASEPHI merupakan organisasi yang menaungi para pelaku industri kerajinan Indonesia dengan jaringan pemasaran yang luas, baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini, ASEPHI memiliki sekitar 2.000 anggota aktif yang terlibat dalam program ekspor produk kerajinan.

"Setiap pameran INACRAFT digelar, pengunjung yang hadir bisa mencapai hampir 70.000 orang. Terdekat, kami akan menjadwalkan pameran pada 15 Juli di Yogyakarta, yang kemudian diikuti di beberapa daerah lain. Tentu saja, Kota Medan menjadi salah satu target utama kami," kata RE Nainggolan.

Ia menilai Medan memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan ekonomi di kawasan barat Indonesia. Kehadiran INACRAFT di kota tersebut diharapkan tidak hanya mendorong transaksi bisnis, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui transfer teknologi, perluasan jaringan pemasaran, serta pengembangan inovasi produk kerajinan.

Saat ini, ASEPHI masih melakukan kajian terhadap sejumlah lokasi yang dinilai layak menjadi tempat penyelenggaraan pameran.

"Kami sangat berharap Pemerintah Provinsi dapat menjadi mitra strategis untuk membantu menentukan lokasi terbaik serta mendukung kesuksesan acara ini," ujarnya.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru