Selasa, 13 Januari 2026

Bobby Nasution Terima Satya Lencana Wirakarya atas Kontribusi Swasembada Pangan Sumut

admin - Rabu, 07 Januari 2026 22:57 WIB
Bobby Nasution Terima Satya Lencana Wirakarya atas Kontribusi Swasembada Pangan Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam meningkatkan produksi pangan daerah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam meningkatkan produksi pangan daerah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden pada acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap keberhasilan Sumatera Utara mencatat surplus produksi padi dan jagung sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara tersebut, produksi padi Sumatera Utara mencapai 2,75 juta ton gabah kering giling (GKG), sementara produksi jagung tercatat sebesar 1,2 juta ton. Capaian ini dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu pilar utama kedaulatan bangsa. Menurutnya, sebuah negara tidak dapat disebut merdeka apabila kebutuhan pangan rakyatnya masih bergantung pada negara lain.

Baca Juga:
"Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan tergantung bangsa lain," ujar Presiden di hadapan para kepala daerah, petani, dan tamu undangan.

Presiden juga mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi Indonesia terkait ketahanan pangan. Pada masa pandemi, banyak negara produsen beras menahan ekspor untuk memenuhi kebutuhan domestik masing-masing, sehingga Indonesia menghadapi risiko keterbatasan pasokan.

"Begitu ada Covid, negara yang punya beras tidak mau jual ke kita. Pandemi itu membuka mata, menjadi peringatan bagi bangsa Indonesia agar tidak lengah dan tidak tergantung bangsa lain, apalagi untuk urusan makan," kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menilai ketergantungan impor pangan tidak sejalan dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia. Dengan wilayah yang luas, tanah yang subur, serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

"Tidak masuk di akal saya bagaimana negara yang begitu besar, yang diberi karunia bumi yang luas dan tanah yang subur, tetapi masih tergantung pada impor pangan," ujarnya.

Pemerintah pusat berharap capaian Sumatera Utara dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan. Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru