DPR Desak Investigasi Independen atas Tewasnya Ibu Hamil akibat Penembakan di Intan Jaya
Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, mendesak pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh, independen, dan transparan terkait tewas
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Kodam V/Brawijaya bersama Yayasan Buddha Tzu Chi menggelar aksi sosial berupa operasi katarak massal di Rumah Sakit Tk. III Brawijaya, Surabaya, Sabtu pagi (19/7/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TNI AD dan lembaga sosial kemanusiaan dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Lebih dari 200 pasien menjalani operasi katarak dalam kegiatan tersebut. Sebagian besar pasien merupakan lansia yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, dan Lumajang.
Kegiatan sosial ini mendapat dukungan luas dari tenaga medis lintas disiplin, mulai dari dokter umum, dokter spesialis mata, hingga mahasiswa dari perguruan tinggi kesehatan.
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD, khususnya Kodam Brawijaya, terhadap pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami. Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai. Kegiatan ini diharapkan bisa membantu mengurangi ketimpangan tersebut," ujar Pangdam.
Selain pelayanan kesehatan, Mayjen Rudy menambahkan bahwa jajarannya juga aktif mendukung program-program Pemerintah Daerah di bidang kesejahteraan masyarakat. Beberapa di antaranya mencakup ketahanan pangan, penanggulangan stunting, penyediaan sarana MCK, dan lainnya.
"Peran TNI AD tidak terbatas pada baksos saja. Di lapangan, para Babinsa juga berperan aktif dalam mendampingi masyarakat, termasuk di sektor kesehatan dan ketahanan pangan," jelasnya.
Ia juga berharap agar kegiatan operasi katarak ini berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi pasien. "Katarak bukan sekadar gangguan penglihatan. Dampaknya besar terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan hubungan sosial penderitanya," tambahnya.
Senada, Ketua Kehormatan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Soedomo Mergonoto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial yang telah dilaksanakan sejak 2011. Tahun ini menjadi kali keempat kolaborasi digelar di Surabaya, dengan fokus pada penanganan katarak.
"Bakti sosial kesehatan ke-149 Tzu Chi ini memprioritaskan operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan," jelas Soedomo.
Sebagai informasi, Yayasan Buddha Tzu Chi didirikan pada 1966 di Hualien, Taiwan. Hingga saat ini, yayasan tersebut memiliki 372 cabang di 66 negara. Di Indonesia, Tzu Chi mulai beroperasi sejak 1993 dan telah memiliki kantor penghubung di 18 wilayah. Kegiatannya meliputi misi amal sosial, kesehatan, pendidikan, budaya humanis, bantuan bencana, hingga pelestarian lingkungan.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, mendesak pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh, independen, dan transparan terkait tewas
Politik
JELAJAHNEWS.ID Ketua Umum PWI Pusat Ahkmad Munir mengingatkan seluruh anggota PWI untuk tidak terlibat bisnis Narkoba dan Judi. Komitmen i
Ragam
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara resmi menurunkan tarif pemakaian air bagi seluruh kategori pelanggan mula
Ekonomi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di Provinsi Sumatera Utara (S
Hukum
Momen sambutan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution seketika mencairkan suasana dingin di Pembukaan Rakernas APEKSI XVIII
Daerah
Sorotan publik terhadap pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) XVIII/2026 terus bergulir. Selain banjir komentar sinis dari warganet terk
Peristiwa
Perjalanan panjang 436 tahun Kota Medan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan sekaligus mew
Politik
Fernando Raja Sipahutar, Kuasa hukum anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor
Hukum
Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 yang digagas Dinas Pariwisata Kota Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (27/6/2026) malam
Peristiwa
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam