Keracunan MBG Berulang di Sumut, DPRD Minta Peran BPOM Diperkuat
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong pemerintah memperkuat kapasitas pengelolaan desa wisata melalui pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan destinasi, tetapi juga harus diimbangi dengan tata kelola yang profesional agar mampu berkembang dari tahap rintisan menjadi desa wisata yang mandiri dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikan Chusnunia Chalim, yang akrab disapa Nunik, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Ia menilai penguatan aspek manajerial menjadi tantangan utama dalam pengembangan ribuan desa wisata yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikannya, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 6.000 desa wisata. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor pariwisata berbasis masyarakat. Namun, menurut Nunik, keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur dari banyaknya destinasi yang dibangun, melainkan juga dari kemampuan pengelola dalam mempertahankan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Sudah ada desa wisata yang berkembang di Yogyakarta, Klaten, dan beberapa daerah lainnya. Hari ini ada lebih dari 6.000 desa wisata. Tinggal bagaimana kita mengintensifkan manajerialnya serta daya tahan pengelolanya. Semangat mengelola desa wisata harus tetap terjaga meskipun kunjungan wisatawan naik turun sesuai musim," ujar Nunik.
Legislator dari Daerah Pemilihan Lampung II itu menilai pemerintah perlu memperkuat sistem klasifikasi desa wisata agar program pembinaan dan pendampingan dapat diberikan secara tepat sasaran. Menurutnya, desa wisata yang masih berada pada tahap rintisan maupun pemula memerlukan dukungan lebih besar dibandingkan desa wisata yang telah berkembang atau mandiri.
Ia menjelaskan, sistem klasifikasi tersebut akan memudahkan pemerintah dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa. Dengan demikian, setiap desa wisata memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan naik ke tingkat yang lebih tinggi.
"Kita dorong agar ada klasifikasi desa wisata. Yang masih rintisan atau pemula perlu banyak pendampingan pemerintah supaya bisa naik kelas. Sementara yang sudah mandiri tentu bisa lebih dilepas," jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi langkah Bank Sumut dalam mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Ekonomi