26 WBP Ikuti Posyandu Pralansia dan Lansia, Lapas Bagansiapiapi Perkuat Layanan Kesehatan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar kegiatan Posyandu Pralansia dan Lansia bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WB
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyoroti serius laporan terkait sekitar 700.000 anak putus sekolah di Tanah Papua. Ia menilai temuan tersebut sebagai alarm keras atas persoalan kegagalan sistemik di sektor pendidikan yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh.
Kurniasih meminta pemerintah untuk tidak gegabah dalam menyikapi angka tersebut. Ia menegaskan pentingnya verifikasi faktual di lapangan terhadap laporan Menteri Dalam Negeri yang bersumber dari Bupati Manokwari, guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil masyarakat Papua.
"Mendengar angka 700.000 anak-anak kita di Papua tidak bersekolah, hati saya sangat teriris. Mereka adalah pemilik masa depan bangsa, namun hak konstitusionalnya terabaikan. Kita harus segera mengecek data yang valid dan melakukan langkah cepat penanganan," ujar Kurniasih dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga:Menurut legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, persoalan utama terletak pada ketidaksinkronan data pendidikan yang telah berlangsung lama. Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan perkembangan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang menunjukkan masih adanya disparitas signifikan Angka Partisipasi Murni (APM) antara wilayah perkotaan dan wilayah pegunungan di Papua.
Kondisi geografis yang sulit, keterbatasan jaringan internet, serta minimnya operator sekolah, lanjut Kurniasih, menyebabkan ribuan anak tidak tercatat dalam sistem pendidikan nasional. Akibatnya, mereka kehilangan akses terhadap berbagai bantuan pendidikan, termasuk Program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
"Harus ada validasi fisik di lapangan dengan melibatkan tokoh adat dan gereja. Kita membutuhkan data yang jujur agar intervensi anggaran benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar habis untuk urusan administratif, sementara anaknya justru tidak bersekolah," tegasnya.
Selain persoalan data, Kurniasih juga menyoroti tantangan geografis Papua yang ekstrem sebagai faktor utama ketimpangan akses pendidikan. Ia mendorong penguatan model sekolah berpola asrama (boarding school) sebagai salah satu solusi konkret untuk menjawab keterbatasan akses transportasi dan jarak tempuh yang jauh bagi peserta didik.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar kegiatan Posyandu Pralansia dan Lansia bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WB
Hukum
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar doa bersama dan tausiyah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hij
Hukum
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan menangkap AMR (31), pemilik sekaligus pengajar Pondok Pesantren AlMudzakir
Peristiwa
Tradisi merangkai bunga kembali menghidupkan suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Pekanbaru. Di sepanjang Jalan Juanda, deretan bunga
Ekonomi
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan, Afif Afdillah kembali menegaskan sikapnya terkait polemik penonaktifan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran
Politik
Anggota DPRD Medan, Afif Abdillah, mengklarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya mengatakan bahwa peserta BPJS Kesehatan Penerim
Politik
Jembatan Idano Noyo yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dan Nias Selatan akhirnya rampung dan resmi dibuka untuk umum
Daerah
Aksi pencurian besi di Jembatan Sunter, Jakarta Utara, yang terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, menjadi sorotan publik
Peristiwa
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Utara meningkat pada 2025. Berdasarkan data Simfoni Kementerian Pemberdayaan
Daerah
Komisi VI DPR RI mendorong PT Pertamina (Persero) beserta seluruh subholding berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Politik