Senin, 02 Februari 2026

Dewi Asmara Dorong Literasi Digital Berbasis Pancasila untuk Gen Z

editor - Kamis, 17 Juli 2025 20:15 WIB
Dewi Asmara Dorong Literasi Digital Berbasis Pancasila untuk Gen Z
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara.(Foto:dok)

JELAJAHNEWS.ID -Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, menekankan pentingnya penguatan literasi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila, terutama bagi generasi muda yang hidup di era digital. Ia menilai bahwa literasi ideologis saat ini masih bersifat konseptual dan belum menyentuh penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Generasi muda kita sangat aktif di dunia digital. Namun, kita harus akui bahwa bangsa ini masih sangat kurang dalam hal literasi," ujar Dewi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Menurut politisi Fraksi Partai Golkar tersebut, pemahaman terhadap Pancasila selama ini cenderung idealistik dan belum dikaitkan secara langsung dengan praktik kepemimpinan maupun kebijakan publik. Oleh karena itu, ia mendorong agar pengalaman para pemimpin bangsa yang telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dapat dituangkan dalam bentuk literasi yang lebih aplikatif dan mudah dipahami oleh generasi muda.

"Yang dibutuhkan bukan hanya idealisme berbasis ideologi, tetapi bagaimana para pemimpin kita mempraktikkan ideologi itu dalam kepemimpinan mereka," tegasnya.

Dewi juga menyoroti keterbatasan ruang publik bagi generasi muda untuk berdiskusi dan berdialog secara kritis mengenai isu-isu kebangsaan. Ia mengusulkan agar BPIP menyediakan forum diskusi yang melibatkan generasi muda dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas relevansi Pancasila dalam konteks kekinian.

"Perlu ada ruang diskusi yang kritis antara generasi muda dan BPIP. Kami di MPR juga sering mengadakan forum semacam ini dalam sosialisasi Empat Pilar," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan minimnya literasi yang membahas isu-isu aktual seperti perang tarif, dinamika politik global, dan hubungan antarlembaga negara. Menurutnya, pemahaman terhadap isu-isu ini sangat penting agar generasi muda dapat melihat keterkaitan Pancasila dengan realitas global.

"Belum ada yang secara serius menganalisis penerapan sila-sila Pancasila dalam konteks kekinian. Padahal, itulah yang perlu menjadi fokus literasi ideologis kita," pungkasnya.(jn/**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru