Jaga Alam , Songsong Masa Depan: Jejak Konservasi INALUM dari Danau Toba hingga Pesisir Batu Bara
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam
MEDAN - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap II untuk SMA dan SMK melalui jalur zonasi telah dibuka. Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 19 Juni hingga 27 Juni 2020. Pada tahap II ini, Jalur zonasi menerima kuota sebesar 63 % atau 95.630 siswa baru.
\"Kuota siswa baru SMA/SMK di Sumut sebanyak 150.643 orang, jumlah lulus tahap pertama sebanyak 55.013 siswa atau mencapai 37%. Dengan demikian PPDB tahap II melalui sistem zonasi dimulai tanggal 19 Juni hingga 27 Juni 2020, akan menerima 95.630 siswa atau 63% dari total kuota yang ada,\" ujar Sekretaris PPDB Dinas Pendidikan Sumut Tahun 2020 Saut Aritonang, saat melakukan video conference terkait PPDB tahap II di Lantai 6, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (19/6/2020).
Saut menjelaskan, pada penerimaan PPDB online tahap II yang menjadi pertimbangan untuk kelulusan adalah jarak domisili calon siswa dengan sekolah. \"Tahap II dilaksanakan hanya jalur zonasi untuk SMA dan jalur umum untuk SMK. Zonasi artinya kedekatan jarak dimana anak berdomisili dengan sekolah tujuan. Jadi penilaiannya hanya soal jarak saja. Semakin dekat domisili anak semakin berpeluang lulus di SMA Negeri yang dipilih,\" tambahnya.
Untuk SMK yang kembali membuka pendaftaran melalui jalur umum, Saut menjelaskan, hal itu dikarenakan jumlah kuota untuk siswa SMK yang belum terpenuhi. Jalur umum untuk SMKN dimaksudkan hanya untuk mengisi kuota yang masih kurang setelah diadakan PPDB Tahap I.
“Kuota SMKN masih belum terisi 100 %, meskipun semua peserta afirmasi sudah ditampung (lulus). Untuk pelaksanaan jalur umum pada SMKN ini dilaksanakan dengan mengunggah Nilai Rapor Semester I - V dan mengisi formulir register seperti pada tahap I,\" ujarnya.
Untuk mekanisme pendaftarannya, PPDB tahap II masih sama dengan sebelumnya yakni secara online. Mekanisme pelaksanaan PPDB Tahap II tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Setiap calon peserta didik akan mendaftar dari rumah masing-masing secara online.
Saut juga mengingatkan bagi setiap calon peserta didik baru yang sudah lulus namun belum mendaftar ulang, tidak akan bisa mendaftar kembali pada jalur zonasi di SMAN dan jalur umum di SMKN tahap II. Secara sistem aplikasi akan menutup kesempatan bagi yang sudah lulus, sehingga tidak dimungkinkan untuk eksodus antar jenjang apabila sudah lulus pada PPDB Tahap I.
\"Untuk itu, Kepada peserta yang sudah lulus dan belum mendaftar ulang dipersilahkan mendaftar ulang dan diberikan waktu sampai tanggal 27 Juni 2020,\" terangnya. (*)
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam
Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola dunia. Kapten Timnas Argentina itu kini telah mengo
Olahraga
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran
Politik
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia harus memberikan
Ekonomi
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Saan Mustopa, menegaskan bahwa DPR RI akan menindaklanjuti
Politik
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penyempurnaan regulasi ketenagakerjaan harus melibatkan seluruh p
Ekonomi
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan yang dihadapi dokter muda peserta Uji Kompetensi
Politik
Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (17/6/2026), berujung ricuh setelah massa terlibat bentrokan dengan
Peristiwa
Seorang warga lanjut usia bernama Jumarimba Boangmanalu mengaku belum menerima pelunasan pembayaran atas penjualan lahan dan rumah miliknya
Peristiwa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution resmi melarang aparatur sipil negara (ASN), tenaga nonASN, hingga pegawai Bada
Daerah