Jumat, 04 September 2026

DPR Apresiasi Bank Sumut, Penyaluran KUR Tanpa Agunan Dorong Ekonomi Tapanuli Utara

admin - Kamis, 03 September 2026 11:05 WIB
DPR Apresiasi Bank Sumut, Penyaluran KUR Tanpa Agunan Dorong Ekonomi Tapanuli Utara
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi langkah Bank Sumut dalam mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara.

JELAJAHNEWS.ID -Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi langkah Bank Sumut dalam mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara. Kemudahan tersebut dinilai mampu memperluas akses permodalan bagi petani, perajin, dan pelaku usaha kecil untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.

Apresiasi itu disampaikan saat Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka fungsi pengawasan penyaluran KUR di daerah tersebut, Kamis (3/9/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan DPR berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, pihak Bank Sumut, serta para penerima manfaat guna melihat langsung implementasi program di lapangan.

Baca Juga:
"Kami dari Komisi VII hadir di Sumatera Utara, di Kabupaten Tapanuli Utara, untuk mengetahui bagaimana penyaluran KUR yang juga dikelola oleh Bank Sumut. Bank Sumut saya apresiasi sekali, proaktif dan betul-betul memperhatikan kepentingan masyarakat," ujar Bambang.

Ia menyoroti salah satu keunggulan program tersebut, yakni kemudahan akses pembiayaan tanpa agunan tambahan untuk pinjaman hingga Rp100 juta. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala jaminan saat mengakses kredit perbankan.

"Kredit KUR ini sampai Rp100 juta itu tanpa harus ada agunan. Jadi tanpa agunan, ini tentu sangat membantu. Dari hasil pengecekan kami, tidak ada yang menggunakan agunan. Ini bukti penyaluran KUR di wilayah Tapanuli Utara berjalan sangat baik," ungkapnya.

Bambang menjelaskan, struktur ekonomi masyarakat Tapanuli Utara didominasi sektor pertanian dan usaha kerajinan. Dengan jumlah penduduk sekitar 350.000 jiwa, sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor tersebut, termasuk lebih dari 6.000 perajin songket yang membutuhkan dukungan modal usaha.

"Mayoritas penduduk adalah petani. Ada juga perajin yang jumlahnya lebih dari enam ribu orang. Mereka sangat membutuhkan akses pembiayaan seperti ini," jelas politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada masyarakat terdampak bencana. Bambang menilai kebijakan pembiayaan yang lebih fleksibel dapat membantu pemulihan ekonomi warga yang usahanya sempat terganggu.

"Terutama yang terdampak bencana, program ini menjadi salah satu solusi untuk membantu mereka bangkit kembali. Ini langkah yang sangat baik dan harus dimanfaatkan masyarakat," tuturnya.(**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru