JELAJAHNEWS.ID - Semangat Tahun Kuda Api terasa di berbagai kota. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menghadirkan forum eksklusif bagi nasabah BTN Prioritas dan BTN Private melalui rangkaian Economic Outlook & Chinese New Year 2026 bertema "The Fire Horse Economy: Investing with Purpose, Building Legacy" di 7 kota. Yaitu, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Pekanbaru, Semarang, Makassar, dan Medan.
Dalam acara di Jakarta, Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo menegaskan, sebagai bank besar, BTN harus mampu memenuhi seluruh kebutuhan finansial nasabah.
"Kalau mau menjadi bank yang lengkap, kami harus bisa menghadirkan produk dan layanan yang setara dengan bank-bank lain. Produk dan layanan itu akan terus kami kembangkan, tentu dengan kualitas terbaik," kata Oni dalam BTN Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (23/2).
Baca Juga:
Langkah transformasi itu ditopang kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025,
BTN membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun. Tumbuh 16,4% secara year-on-year (YoY). Total aset menembus Rp527,8 triliun atau naik 12,4% YoY. Didukung pertumbuhan penyaluran kredit yang meningkat 11,9% menjadi Rp400,6 triliun.
Capaian tersebut menjadi modal penting memasuki 2026 yang disebut sebagai Tahun Kuda Api. "Ke depan, akan kami tingkatkan lagi. Dalam rencana bisnis 2026, laba kami targetkan sudah tembus Rp4 triliun. Kami ingin mengoptimalkan momentum ini untuk pertumbuhan dan profit yang berkelanjutan," ucap Oni.
Secara makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,2–5,6 persen dinilai menjadi peluang. Sebagai negara berkembang, Indonesia masih menyimpan banyak potensi bisnis baru. Karena itu, momentum pertumbuhan harus dimanfaatkan secara tepat.
Oni mengingatkan pentingnya konsep investment with purpose. Investasi tidak boleh sekadar menempatkan dana tanpa perencanaan. Pengelolaan kekayaan bukan sekadar soal angka, tetapi juga menyangkut visi jangka panjang dan keberlanjutan lintas generasi.