Kamis, 23 Juli 2026

Bobby Nasution Siapkan Dua Jalur Akses Baru ke Wisata Air Panas Karo, Dorong Kawasan Naik Kelas

admin - Kamis, 25 Juni 2026 10:53 WIB
Bobby Nasution Siapkan Dua Jalur Akses Baru ke Wisata Air Panas Karo, Dorong Kawasan Naik Kelas
Bobby Nasution saat menerima audiensi Bupati Karo Antonius Ginting di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (22/6/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berencana membangun dua jalur akses baru menuju kawasan Wisata Air Panas Karo di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo. Pembangunan akses tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata daerah setelah diberlakukannya kebijakan penghapusan pungutan bagi pengunjung.

Rencana tersebut disampaikan Bobby Nasution usai menerima audiensi Bupati Karo Antonius Ginting di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (22/6/2026).

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Karo telah sepakat menghentikan pungutan kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan Wisata Air Panas Karo. Kebijakan tersebut diambil untuk menghilangkan polemik yang selama ini kerap muncul sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Baca Juga:
"Kita sudah berkomitmen tidak ada lagi pungutan kepada pengunjung. Ini menjadi langkah awal untuk menaikkan kelas objek pariwisata kita. Selain itu, akses yang lebih mudah juga sangat penting," ujar Bobby.

Bobby menjelaskan bahwa peningkatan aksesibilitas menjadi salah satu faktor utama dalam pengembangan destinasi wisata. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata.

Selain pembangunan jalan, Bobby juga mendorong pembentukan kampung wisata di sekitar kawasan Air Panas Karo. Konsep tersebut dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan menghadirkan sentra oleh-oleh, food court (pusat kuliner), serta berbagai usaha pendukung pariwisata yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.

Menurut Bobby, pembangunan kampung wisata dapat dilakukan melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dari para pelaku usaha yang beroperasi di kawasan tersebut.

Halaman:
Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru