Rabu, 22 Juli 2026

Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan di Galang Dimulai, Galian C Ilegal Akan Ditertibkan

admin - Kamis, 25 Juni 2026 00:26 WIB
Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan di Galang Dimulai, Galian C Ilegal Akan Ditertibkan
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (25/6/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (25/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bobby memastikan perbaikan ruas jalan provinsi segera dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Peninjauan dilakukan menyusul keluhan warga mengenai kondisi jalan yang rusak dan aktivitas kendaraan bertonase besar yang diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan infrastruktur. Selain memastikan perbaikan jalan, Bobby juga menegaskan pemerintah akan menertibkan aktivitas galian C ilegal yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp17 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut Tahun Anggaran 2026 untuk peningkatan struktur Jalan Provinsi pada ruas Lubuk Pakam–Tanah Abang sepanjang 3 kilometer di Kabupaten Deli Serdang. Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan oleh PT Rapi Arjasa.

Baca Juga:
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran lebih dari Rp14 miliar untuk peningkatan struktur Jalan Provinsi pada ruas Tanah Abang–Galang–batas Kabupaten Serdang Bedagai sepanjang 2,05 kilometer. Proyek tersebut akan dikerjakan oleh CV Cipta Karya Nusantara.

Bobby mengatakan perbaikan jalan diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang lebih baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mobilitas warga, serta arus perdagangan di kawasan tersebut.

Di sela-sela kunjungan, Bobby juga mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat terkait banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari. Menurut warga, kendaraan tersebut berasal dari aktivitas galian C yang diduga belum memiliki izin resmi.

Menanggapi hal itu, Bobby menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan mengambil langkah penertiban terhadap aktivitas galian C ilegal.

"Tadi saya mendengarkan langsung dari warga, banyak mobil bertonase besar lewat sini. Kita pastikan ditutup. Kita minta mereka mengurus izin," ujar Bobby.

Ia menjelaskan, apabila pelaku usaha pertambangan mengurus seluruh perizinan sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah akan mempertimbangkan pembangunan akses jalan khusus agar kendaraan operasional tidak lagi menggunakan jalan yang dipakai masyarakat.

"Selama ini jalan di Kecamatan Galang kapasitasnya 8 ton. Jadi jika para penambang galian mengurus izin, kita akan buat akses tersendiri," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga meminta Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan untuk mempercepat perbaikan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjutnya, siap memberikan dukungan anggaran apabila diperlukan.

"Bapak Bupati silakan lakukan perbaikan, kami siap memberikan dukungan dana," katanya.

Selain mengawal pembangunan, Bobby mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan kendala atau dugaan penyimpangan selama proses pembangunan berlangsung.

"Bapak dan Ibu mari kita bersama-sama mengawal pembangunan jalan ini. Jika melihat ada permasalahan, silakan tag melalui Facebook atau media sosial saya. Insyaallah akan kita tindak lanjuti," ujarnya.

Sementara itu, seorang warga Kecamatan Galang, Juli, mengaku kerusakan jalan selama ini tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan perekonomian masyarakat. Menurutnya, debu akibat lalu lintas truk bermuatan berat sering mengganggu aktivitas warga sejak dini hari hingga malam hari.

"Pak Bobby, setiap hari kami menghirup debu karena mobil truk melintas mulai subuh hingga tengah malam. Kalau hujan, kawasan ini sering banjir. Banyak usaha masyarakat juga terdampak karena debu yang beterbangan," kata Juli.

Ia juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap tonase kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan infrastruktur tidak akan bertahan lama apabila kendaraan yang melintas terus membawa muatan melebihi kapasitas jalan.

"Kami berharap bukan hanya jalan dan parit yang diperbaiki, tetapi juga ada pengawasan terhadap tonase kendaraan. Percuma jalan diperbaiki kalau truk yang melintas melebihi batas tonase karena jalan pasti akan cepat rusak kembali," ujarnya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru