Kamis, 19 Maret 2026

Jelang Idulfitri, Bobby Nasution Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Sukaramai Medan

admin - Selasa, 17 Maret 2026 13:49 WIB
Jelang Idulfitri, Bobby Nasution Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Sukaramai Medan
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution saat meninjau langsung harga bahan pokok di Pasar Sukaramai, Kota Medan, Selasa (17/3/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau langsung harga bahan pokok di Pasar Sukaramai, Kota Medan, Selasa (17/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang perayaan Idulfitri 2026.

Dalam kunjungannya, Bobby menyatakan bahwa harga sejumlah komoditas pokok di pasar tersebut relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat selama periode menjelang hari raya.

"Alhamdulillah, harga tidak bergejolak begitu tinggi. Harga-harga Alhamdulillah stabil," ujar Bobby usai melakukan peninjauan.

Baca Juga:
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga cabai merah berada di kisaran Rp32.000 per kilogram, cabai rawit Rp24.000 per kilogram, dan bawang merah Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi berkisar antara Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram, serta minyak goreng merek Minyakita dijual sekitar Rp16.000 per liter.

Bobby menegaskan bahwa sebagian besar harga bahan pokok tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia juga menyebut harga telur ayam terpantau sekitar Rp1.800 per butir, sedangkan harga ayam ras dan daging sapi masih terkendali.

"Telur harganya tadi Rp1.800 per butir, ayam di bawah HET, daging juga Rp135.000 sampai Rp140.000 per kilogram," katanya.

Menurut Bobby, dinamika harga yang sempat terjadi lebih dipengaruhi oleh kendala distribusi, bukan karena keterbatasan stok. Ia memastikan ketersediaan bahan pokok di Sumatera Utara dalam kondisi aman, sehingga pemerintah daerah kini memfokuskan perhatian pada pengawasan distribusi agar pasokan tetap lancar.

"Kami mengindikasikan ini bukan masalah stok. Kemarin barang sempat tidak ada, hari ini sudah tersedia. Artinya, ini persoalan distribusi. Karena itu, kami menitikberatkan pemantauan pada jalur distribusinya," jelasnya.

Selain memantau harga, Bobby juga meninjau pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah yang digelar di Pasar Sukaramai. Dalam program tersebut, masyarakat dapat membeli ayam ras beku seharga Rp40.000 per kilogram, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Rp58.000 per 5 kilogram, serta Minyakita Rp31.000 untuk kemasan 2 liter. Pembayaran dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Bobby menyebut program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sumut, Bank Indonesia, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Kepolisian Daerah Sumut untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.

"Bersama Bank Indonesia, TPID, dan Polda, kami meluncurkan program ini sekaligus melihat efektivitasnya. Program ini memang difokuskan menjelang hari raya dan alhamdulillah sudah berdampak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berbasis QRIS tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong peningkatan penggunaan transaksi digital di masyarakat.

Program pengendalian harga dan distribusi pangan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pokok, menekan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri dengan harga yang tetap terjangkau.(jn/**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru