Fraksi PDIP DPRD Medan Soroti RAPBD 2027, Desak Solusi Air Bersih hingga Evaluasi Kinerja OPD
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan menegaskan akan tetap bersikap kritis dalam mengawal penggunaan anggaran dan kebijakan pembangunan yan
Politik
JELAJAHNEWS.ID,MEDAN - Bisnis Alat Peraga Kampanye (APK)kerap kali dijadikan ajang bisnis dan keuntungan pribadi. Hal tersebut kembali terjadi jelang pemilihan Calon Legislatif (Caleg), April 2019 lalu.
AS (37) salah satu oknum disebut-sebut berprofesi, mengaku dan diduga sebagai pekerja seni . Pria yang pernah tinggal Hutabayu-Simalungun, dan sekarang menetap dikawasan Tanjung Balai ini, diduga melakukan penggelapan keuntungan uang tunai sebesar Rp 20 juta dengan dalih kwitansi hilang kepada rekan sekerjanya FP, sewaktu kontestan Caleg 2019 lalu.
Alih-alih mengambil keuntungan pribadi, diduga dengan mengajukan 200 RIM ke pihak Caleg Sumut terkait pencetakan cara mencoblos caleg 2019.
Hasil konfirmasi dari istri caleg mengatakan bahwa semua pembayaran APK sudah dibayar lunas kepada AS, dan tidak meninggalkan sisa pembayaran lagi.
Sayangnya, ketika AS dikonfirmasi mengenai berapa RIM total jumlah cetakan APK tersebut, AS berdalih kwitansinya tidak kelihatan, dan cetakan APK tersebut tidak sampai 200 RIM.
\"Kecewa kali saya, dari keuntungan cetakan 200 RIM yang diduga bernilai Rp 20 juta, AS hanya membagi keuntungan Rp 2 juta,padahal AS pernah berjanji membagi sepadan,\" ungkap FP salah satu tim pemenangan.
Tambah FP, bahkan AS tega menjelek-jelekkan FP dengan menuduhnya pengkhianat karna terlalu serius membantu caleg TTB sewaktu Pemilihan Caleg 2019.
\"Luar biasa itu orang, dia yang yang datang kepada saya dan meminta tolong supaya memenangkan caleg berinisial TTB, malah justru saya pula yang dituduhnya pengkhianat. Saya khan profesional , dan digaji , ya tentunya seriuslah memenangkan caleg tersebut,\" ungkap FP dengan nada kesal.
Bahkan FP sudah menunggu hampir 8 bulan, dan menunggu AS menbagi hasil keuntungan yang diduga bernilai Rp 20 Juta, tapi tak kunjung dibagi oleh AS.
Disebutkan, AS pernah mengatakan akan membagi hasil keuntungan yang sepadan kepada FP, terkait pencetakan APK yang diduga mencapai 200 RIM, dan bernilai keuntungan Rp 20 juta.
Sementara itu, saat kru media ini melakukan konfirmasi kepada AS melalui pesan WhatsApp dengan nomor 08126560XXXX, tak membuahkan hasil, Sabtu(11/1/2020). Tak satu pesan WhatsApp tersebut di jawab oleh AS.(Red)
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan menegaskan akan tetap bersikap kritis dalam mengawal penggunaan anggaran dan kebijakan pembangunan yan
Politik
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas ribuan peserta jalan sehat dalam rangkaian kegiatan edukatif bertajuk Spark Go To Campus di
Daerah
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan H. Iswanda Ramli, S.E. atau yang akrab disapa Nanda Ramli, menyoroti meningkatnya kasus Influenza Tipe
Politik
Suasana halaman Masjid Al Ikhlas di Jalan Raharja, Lingkungan 12, Pondok Batuan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, tampak be
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung persoalan banjir yang kerap melanda Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang,
Daerah
Brigjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H., kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Daerah
Seorang siswi kelas II sekolah dasar (SD) berinisial NAL (8) ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya di Kecamatan Bukit Malintang, Ka
Daerah
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kantor Wilayah mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padang Sidempuan, Jumat (02/10/26).
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya aksi nyata dari jajaran pengurus Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Ikatan
Daerah
Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana merevitalisasi kawasan Taman Sri Deli secara bertahap mulai tahun 2026. Program ini menjadi bagian d
Daerah