Ironi Daerah Kaya Energi: DPR Soroti Jambi Masih Minim Akses Listrik
Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menyoroti ketimpangan akses listrik di Indonesia dan mendesak pemerintah serta pemangku kepentingan
Politik
Selama delapan dekade perjalanan Indonesia merdeka, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menjadi lebih dari sekadar institusi keuangan—BTN adalah bagian dari perjuangan panjang rakyat Indonesia untuk memiliki kehidupan yang lebih layak, dan rumah yang mereka sebut milik sendiri.
Sejak tahun 1976, saat mulai memfokuskan diri pada sektor perumahan, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 5,7 juta unit rumah hingga Juni 2025. Angka ini bukan sekadar statistik. Jika dalam satu rumah diisi oleh empat orang, maka ada lebih dari 20 juta jiwa rakyat Indonesia yang kini hidup dalam hunian tetap, layak, dan legal.
Dalam rumah-rumah tersebut tak terhitung lahir orang-orang penting sebagai pejabat atau petinggi di negeri ini. Rumah-rumah itu tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari pusat kota hingga desa dan pelosok negeri, menjadikan BTN sebagai simbol kehadiran negara yang paling konkret dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dengan kiprahnya tersebut, BTN telah mewujudkan mimpi jutaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki hunian yang terjangkau. Namun jangkauan BTN tidak berhenti di sana "Rumah adalah pondasi awal kehidupan. Di sanalah anak-anak dibesarkan, nilai-nilai bangsa ditanamkan, dan mimpi-mimpi masa depan dimulai. Ketika satu keluarga memiliki rumahnya sendiri, di situlah sebenarnya makna kemerdekaan dijalankan," ujar Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu.
Memasuki usia ke-80 tahun Republik Indonesia dengan mengusung tema "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", Menurut Nixon makna kemerdekaan hari ini haruslah lebih dari sekadar perayaan. Ia harus terwujud dalam akses nyata terhadap kesejahteraan, termasuk akses terhadap perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh rakyat.
"BTN menjadikan tema kemerdekaan tahun ini sebagai refleksi sekaligus penggerak. Mewujudkan masyarakat sejahtera dan Indonesia maju bisa dimulai dari satu hal yang paling mendasar: rumah. Karena rumah adalah ruang tumbuh bagi generasi penerus bangsa, dan ruang aman untuk rakyat berdaya," tegasnya.
Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menyoroti ketimpangan akses listrik di Indonesia dan mendesak pemerintah serta pemangku kepentingan
Politik
Kebakaran hebat melanda pabrik minyak goreng milik PT Agro Jaya Perdana di Jalan KL Yos Sudarso KM 15,5, Kelurahan Martubung, Kecamatan
Peristiwa
Perkara yang menjerat Kornauli br Sinaga (58), seorang janda di Kabupaten Samosir, menuai sorotan setelah tim advokat dari Kantor Hukum Ben
Hukum
Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) Provinsi Sumatera Utara kembali menggelar program Ombudsman On The Spot di Kantor Imigrasi Kela
Ragam
Keluarga Reza Valentino Simamora masih mempertanyakan hilangnya sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk dua telepon genggam dan paspo
Peristiwa
Sebanyak 12 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi calon Direksi PT Bank Sumut dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya
Ekonomi
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan pemerintah agar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi
Politik
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyoroti kasus viral narapidana korupsi yang kedapatan berada di sebuah kedai kopi
Politik
Anggota Komisi III DPR RI, Siti Aisyah, menyoroti maraknya peredaran narkotika di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dinilai telah mencapai
Politik
Konflik agraria yang telah berlangsung bertahuntahun di Provinsi Riau kembali mencuat dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang di
Politik