DPR-RI Segera Panggil Polda Sumut dan Polrestabes Medan Terkait Kasus WLG
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elektrik (vape) viral di media sosial. Rekaman tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar melalui sejumlah akun Facebook dan memunculkan berbagai dugaan mengenai benda yang digunakan dalam video.
Dalam rekaman yang beredar, pria yang disebut-sebut merupakan legislator dari Partai Hanura itu terlihat sedang berkumpul bersama sejumlah orang. Mereka tampak menikmati minuman tuak dalam suasana pertemuan informal.
Di tengah pertemuan tersebut, pria dalam video terlihat menerima sebuah perangkat yang menyerupai vape dari seseorang yang berada di dekatnya. Perangkat itu kemudian diisap beberapa kali. Adegan tersebut menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian setelah rekaman beredar luas di media sosial.
Saat memegang perangkat tersebut, pria yang berada dalam video juga terdengar mengucapkan kalimat dalam bahasa daerah yang kurang lebih bermakna, "Tidak difoto ini, kan?" Ucapan tersebut turut menjadi sorotan warganet karena muncul sesaat setelah dirinya menggunakan perangkat yang disebut-sebut menyerupai vape.
Salah satu akun Facebook yang diketahui mengunggah rekaman tersebut adalah akun bernama Anes Priskhy Sitepu. Berdasarkan penelusuran wartawan, video tersebut diunggah pada 20 Juni 2026. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti kapan dan di mana rekaman itu pertama kali dibuat.
Video tersebut kemudian kembali menjadi perhatian publik setelah beredar dan diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pihak mengaitkan perangkat yang digunakan dalam rekaman dengan istilah "vape getar" serta menduga perangkat tersebut mengandung zat narkotika. Namun, dalam informasi yang tersedia, belum terdapat bukti atau hasil pemeriksaan yang mengonfirmasi dugaan tersebut.
Ketika dikonfirmasi mengenai video yang viral itu, EAS mengakui bahwa pria yang terlihat dalam rekaman tersebut memang dirinya. Namun, ia menegaskan bahwa peristiwa yang terekam dalam video merupakan kejadian lama.
"Biasa orang sirik. Tes swab pun kita berani kok," ujar EAS kepada wartawan, Kamis (6/8) malam.
Terkait isu mengenai perangkat yang diisapnya dalam video, khususnya dugaan bahwa benda tersebut merupakan vape yang mengandung zat narkotika, EAS membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Nggak benar itu," tegasnya.
Dalam proses konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, EAS sempat memberikan respons dengan nada tinggi. Ia bahkan menyatakan tidak keberatan apabila persoalan tersebut diberitakan oleh media.
"Kalau mau diberitakan, beritakan aja. Nggak ada masalah," katanya sebelum mengakhiri percakapan.
Hingga berita ini disusun, belum ada informasi mengenai pemeriksaan terhadap perangkat yang terlihat dalam video maupun keterangan resmi yang dapat memastikan kandungan benda tersebut. Karena itu, dugaan mengenai adanya zat narkotika dalam perangkat tersebut masih sebatas isu yang beredar di media sosial. Klarifikasi dan bukti yang dapat diverifikasi menjadi penting agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.(jns)
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elekt
Peristiwa
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah memperkuat strategi pemberantasan judi daring dengan tidak hanya memblokir situs
Politik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut secara tuntas penyebab
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Kepala S
Politik
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai praktik korupsi di Indonesia telah berada pada ti
Politik
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang viral di Bali, di mana seorang pria yang diduga
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru&039yat, mengusulkan agar pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Ketenagakerjaan memasukkan ketentuan meng
Politik
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, mendorong Museum Pusaka Nias di Kota Gunungsitoli berkembang menjadi destinasi wisata sejarah
Daerah