Karena itu, Bobby meminta disiapkan grand design olahraga Sumut yang dapat menjadi acuan jangka panjang. Program olahraga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, tetapi bisa berlangsung rutin, mulai dari harian, mingguan, bulanan hingga tahunan.
Bobby juga menekankan agar setiap kegiatan olahraga, mulai dari pelatihan, pertandingan hingga turnamen, memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas atlet Sumut.
"Sehingga antara target pengelolaan untuk mendapatkan pemasukan, peningkatan kualitas atlet hingga menjadikan olahraga diminati masyarakat, harus berjalan bersama. Karenanya kita ingin rencana besar ini, persiapannya benar-benar matang, terutama saat Pencanangan Pertama Grand Design nantinya," kata Bobby.
Sementara itu, Kadispora Sumut Mahfullah P Daulay mengatakan pengelolaan kawasan pusat olahraga nantinya akan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Skema tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, pemeliharaan, serta pemanfaatan fasilitas olahraga. BLUD juga diharapkan dapat mengoptimalkan aset dan mengelola pendapatan secara lebih mandiri.
"Jadi dengan pengelolaan oleh BLUD nantinya, kelebihannya seperti peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi aset, dan bisa mengelola pendapatan secara mandiri. Termasuk mendorong adanya inovasi layanan, seperti digitalisasi dan model bisnis yang tetap berorientasi pada pelayanan publik," ujar Mahfullah.