"Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan negara-negara sahabat, Sumut diharapkan mampu semakin berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita berharap Sumatera Utara menjadi emas yang paling bersinar di 2045 nanti," ucapnya.
Konjen Malaysia Soroti Potensi Sumut
Sementara itu, mewakili negara-negara sahabat, Konsul Jenderal Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek mengapresiasi potensi dan arah pembangunan Sumut. Ia mengibaratkan pembangunan daerah seperti perlombaan panjat pinang yang tidak mungkin dimenangkan oleh satu orang dengan kekuatannya sendiri.
"Tidak ada satu orang pun yang bisa sampai ke puncak dengan kekuatan sendiri. Yang paling kuat berada di bawah, yang paling ringan mungkin berada di atas, yang berpengalaman mengatur strategi. Semua harus percaya kepada orang lain," ujarnya.
Shahril juga menyoroti besarnya potensi Sumut, mulai dari pertanian dan perkebunan, industri, hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut harus didukung infrastruktur memadai, konektivitas kuat, serta kemudahan perizinan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Ia mengibaratkan potensi Sumut seperti durian. Dari luar terlihat menarik, tetapi untuk menikmatinya diperlukan cara yang tepat untuk membukanya.
"Kalau salah membukanya, kita sendiri yang terluka. Kalau terlalu banyak duri dalam prosesnya, investor mungkin memilih makan buah yang lain," katanya.