DPR-RI Segera Panggil Polda Sumut dan Polrestabes Medan Terkait Kasus WLG
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu mengajak masyarakat untuk rutin memanfaatkan layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) guna memperoleh pelayanan kesehatan dasar secara optimal. Menurutnya, Posyandu kini telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan yang menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia (lansia).
Ajakan tersebut disampaikan Kahiyang Ayu saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Posyandu Sunkist, Kelurahan Tuk-Tuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (20/5/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan bahwa peran Posyandu saat ini tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan bayi dan balita.
"Saat ini Posyandu tidak hanya untuk pemeriksaan kesehatan bayi dan balita, tetapi juga melayani ibu hamil dan ibu menyusui, usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga lanjut usia (lansia)," ujar Kahiyang Ayu.
Baca Juga:Ia menjelaskan, transformasi layanan Posyandu dilakukan untuk memperluas akses kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Dengan cakupan pelayanan yang lebih lengkap, Posyandu diharapkan mampu menjadi fasilitas kesehatan dasar yang dekat dan mudah dijangkau masyarakat, terutama di daerah.
Kahiyang Ayu juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan. Menurutnya, kader memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Karena itu, ia berharap para kader dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan agar manfaat Posyandu semakin dirasakan masyarakat luas.
"Kader Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kami berharap pelayanan yang diberikan terus optimal sehingga masyarakat semakin aktif memanfaatkan Posyandu," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Kahiyang Ayu didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Samosir Kennauli A Sidauruk. Keduanya turut berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat setempat dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Selain meninjau pelayanan kesehatan, rombongan juga membagikan buah-buahan kepada masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan. Bantuan turut disalurkan kepada sejumlah kelompok penerima manfaat, seperti lansia, ibu hamil, balita, dan kader Posyandu.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi beras, susu untuk lansia dan ibu hamil, meja lipat, kursi, alat antropometri untuk pengukuran tumbuh kembang anak, speaker, alat edukasi, serta makanan ringan bagi anak-anak.
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
Komisi III DPR RI meminta Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya Winda Lorenza (35
Politik
Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elekt
Peristiwa
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah memperkuat strategi pemberantasan judi daring dengan tidak hanya memblokir situs
Politik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut secara tuntas penyebab
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Kepala S
Politik
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai praktik korupsi di Indonesia telah berada pada ti
Politik
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang viral di Bali, di mana seorang pria yang diduga
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru&039yat, mengusulkan agar pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Ketenagakerjaan memasukkan ketentuan meng
Politik