Dana Umat Rp28 Miliar Belum Dikembalikan BNI, Paroki Aek Nabara Desak Kepastian Hukum
Umat Paroki Aek Nabara hingga kini masih menunggu kepastian terkait pengembalian dana gereja senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga hilang
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelayanan publik di Sumatera Utara terus meningkat. Hal ini tercermin dari data Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Ombudsman Sumut) yang mencatat 769 pengaduan masyarakat sepanjang tahun 2025.
Dari ratusan aduan tersebut, Ombudsman Sumut menindaklanjuti 412 laporan resmi, sedangkan 357 aduan lainnya tidak diregistrasi karena masuk kategori non-laporan. Mayoritas laporan yang ditangani berkaitan dengan dugaan maladministrasi pada sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Herdensi, menyebutkan bahwa peningkatan jumlah pengaduan merupakan sinyal positif bagi penguatan demokrasi pelayanan publik.
"Kesadaran masyarakat semakin tinggi. Mereka tidak lagi pasif, tetapi berani melapor ketika haknya tidak terpenuhi," ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa peningkatan laporan juga menandakan masih lemahnya tata kelola di sejumlah instansi. Data Ombudsman menunjukkan bahwa Kantor Pertanahan menjadi instansi paling banyak dilaporkan, dengan 43 laporan sepanjang 2025. Aduan tersebut didominasi masalah keterlambatan penerbitan sertifikat dan konflik penguasaan lahan.
Dalam catatan Ombudsman Sumut, terdapat kasus penundaan berlarut yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Tapanuli Utara dalam mengeksekusi putusan PTUN terkait pembatalan SHM. Kasus serupa juga terjadi di Humbang Hasundutan, di mana proses penerbitan sertifikat tidak berjalan meskipun kewajiban administratif, termasuk pembayaran PNBP, telah dipenuhi oleh pelapor.
Selain sektor pertanahan, Ombudsman Sumut menerima cukup banyak aduan di bidang perbankan, terutama terkait pemberian kredit yang tidak sesuai prosedur dan klaim asuransi kredit yang tertunda. Sektor kesehatan juga menjadi sorotan, khususnya layanan RSUD yang dinilai belum optimal dari sisi kualitas pelayanan, ketersediaan obat, alat medis, hingga kepastian jaminan asuransi kesehatan.
Umat Paroki Aek Nabara hingga kini masih menunggu kepastian terkait pengembalian dana gereja senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga hilang
Hukum
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai wacana pelarangan rokok elektrik atau vape perlu dikaji secara serius sebagai langkah
Ragam
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady menyatakan bahwa keterangan saksi dan ahli yang dihadirkan oleh pihak terdakwa dalam perkara
Hukum
Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga, menyoroti kondisi peredaran narkotika yang kian mengkhawatirkan, khususnya di daerah
Hukum
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat perdana, di Teladan Cafe, Medan,
Ragam
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) menjatuhkan sanksi tegas kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)
Politik
Komisi III DPR RI meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan perkara yang melibat
Politik
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan pihaknya akan memanggil jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Jaksa Penuntut Umum (JPU)
Politik
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mendesak Jaksa Agung untuk segera mencopot seluruh jajaran Kejaksaan Negeri (Ke
Hukum
Pelarian Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kas Bank BNI Unit Aek Nabara, Cabang Rantauprapat, yang diduga menggelapkan dana jemaat gerej
Peristiwa