Senin, 02 Februari 2026

Lebih dari Seribu Alumni Janabadra Reuni di Kampus Merah, Teguhkan Semangat Perjuangan dan Inovasi

admin - Sabtu, 04 Oktober 2025 11:57 WIB
Lebih dari Seribu Alumni Janabadra Reuni di Kampus Merah, Teguhkan Semangat Perjuangan dan Inovasi
Heroe Waskito, mewakili alumni menyerahkan lukisan KPH Soedarisman Poerwokoesoemo karya salah satu alumni Lidwina Riestanti kepada Rektor Universitas Janabadra.

JELAJAHNEWS.ID - Lebih dari seribu alumni Universitas Janabadra (UJB) memadati halaman kampus merah dalam acara Janabadra Club Rendezvous (JCR) 2025 yang digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-67 universitas tersebut. Kegiatan berlangsung meriah di kampus UJB, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Kota Yogyakarta, Sabtu (4/10/2025).

Suasana haru, nostalgia, dan kebanggaan terasa kuat sepanjang acara. Rangkaian kegiatan meliputi pertunjukan chamber orchestra, nyanyian bersama, serta pembagian doorprize berupa buku karya para alumni.

Baca Juga:

Ketua Panitia JCR 2025, Siti Uswatun, S.H., LL.M., menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar reuni.

"Kita berkumpul di kampus merah ini untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan kebersamaan. Janabadra adalah rumah tempat kita belajar, berjuang, dan kini kembali bersatu," ujarnya.

Sementara itu, alumni senior sekaligus Ketua Umum Pergerakan Advokat, Heroe Waskito, S.H., menyampaikan bahwa Universitas Janabadra merupakan kampus perjuangan yang lahir dari semangat nasionalisme dan patriotisme.

Menurutnya, UJB tidak hanya berperan sebagai lembaga akademik, tetapi juga simbol pembentukan karakter pejuang melalui pendidikan.

"Nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme harus tetap menjadi poros gerak bagi seluruh alumni dan civitas akademika Janabadra masa kini," tegas Heroe.

Universitas Janabadra didirikan pada 7 Oktober 1958 atas gagasan sejumlah tokoh bangsa, salah satunya KPH Soedarisman Poerwokoesoemo yang juga menjadi rektor pertama. Namanya kini diabadikan sebagai nama gedung auditorium utama kampus, sebagai penghormatan atas jasa dan kontribusinya dalam membangun fondasi pendidikan serta semangat perjuangan intelektual di Yogyakarta.

Dalam sejarah nasional, Soedarisman tercatat berperan penting dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Saat menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta, ia turut menghadiri rapat strategi yang dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan dipercaya mengatur logistik, dapur umum, serta jalur pergerakan pasukan. Peran non-militer tersebut menjadi bagian vital dari dukungan sipil terhadap operasi militer mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

Rektor Universitas Janabadra, Dr. Risdiyanto, S.T., M.T., dalam kesempatan yang sama, mengumumkan langkah strategis kampus ke depan. UJB akan membuka Program Magister Kenotariatan (M.Kn.) sebagai bagian dari penguatan jenjang akademik.

Selain itu, universitas juga tengah merencanakan pembangunan kampus terpadu seluas enam hektar di Yogyakarta yang akan menjadi pusat kegiatan akademik, penelitian, dan inovasi.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru