Fraksi PDIP DPRD Medan Soroti RAPBD 2027, Desak Solusi Air Bersih hingga Evaluasi Kinerja OPD
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan menegaskan akan tetap bersikap kritis dalam mengawal penggunaan anggaran dan kebijakan pembangunan yan
Politik
JELAJAHNEWS.ID,MEDAN - Dengan penuh perhatian dan rasa kasih sayang, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi langsung menggendong Alfred Tegar Manurung, bocah malang penderita stunting ketika mengunjungi kediamannya di Jalan Menteng III, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Senin (2/3). Meski pun kondisi anak berumur 2,8 tahun itu sudah mulai membaik namun Akhyar minta agar Dinas Kesehatan Kota Medan terus melakukan penanganan secara itensif.
Didampingi istri tercinta sekaligus Plt Ketua TPK Kota Medan Ny Hj Nurul Khairani Lubis, Akhyar berusaha menghibur Alfred. Sambil memberikan roti, Akhyar pun berusaha mengajak Alfred berkomunikasi layaknya seorang ayah kepada anaknya yang masih balita, \"Ayo, apa ini namanya,\" kata Akhyar mengawali komunikasi sambil menunjukkan gambar di bagian depan bungkus susu.
Alfred tidak menjawab, bocah yang kini pertumbuhan tubuhnya terganggu akibat stunting tersebut, hanya tersenyum sambil memegang roti yang baru diberikan Akhyar tersebut erat-erat. Kemudian memberikan bingkisan yang berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, seperti Dinas Kesehatan Kota Medan dan Dinas Ketahanan Pangan. Orang tua Alfred yang berdiri di samping Akhyar mengatakan kepada anaknya agar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan tersebut. \"Terima kasih, opung,\" ujar Alfred malu-malu kepada Akhyar sambil tersenyum.
Usai menggendong Alfred, rasa iba dan prihatin Akhyar kembali terusik. Bagaimana tidak, Alfred dan kedua orang tuanya tinggal menumpang di rumah opungnya (orang tua ibu Alfred). Akibat kesulitan ekonomi, mereka menempati bekas kedai berukuran 3 x 4 meter yang berada di bagian depan rumah opung Alfred. Selain sebagai kamar, ruangan sempit itu juga digunakan sebagai tempat memasak. Ventilasi minim sehingga membuat ruangan terasa sesak dan pengab.
Akhyar yang hadir didampingi sejumlah pimpinan OPD dan Camat Medan Denai Ali Sipahutar, mengaku iba dan prihatin dengan kondisi Alfred, termasuk tempat tinggalnya. Dikatakannya, Alfred beserta sejumlah anak penderita stunting akan ditangani Pemko Medan melalui OPD terkait.
\"Tidak hanya menangani Alfred dari segi medis, tapi tempat tinggalnya juga akan kita tangani, terutama menyangkut ventilasi udara, MCK serta sanitasi sehingga kondisi tempat tinggal dan lingkungan mereka sehat,\" jelas Akhyar.
Dari segi medis, Akhyar menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Kota Medan terus melakukan pemantauan secara intensif melalui posyandu, guna memantau pertumbuhan dan kesehatannya hingga Alfred berusia 5 tahun. Dengan penanganan secara intensif, Akhyar berharap masalah stunting bisa diatasi. \"Selain Alfred, ada beberapa anak lagi menderita stunting di Kelurahan Binjai ini. Mereka akan kita tangani dengan sebaik-baiknya,\" ungkapnya.
Kadis Kesehatan Kota Medan Dr Edwin Effendi yang turut mendampingi Akhyar ketika mengunjungi kediaman Alfred menjelaskan, stunting secara nasional menjadi perhatian khusus. Untuk penderita stunting di Kota Medan, salah satunya Alfred, Edwin mengatakan, penanganannya akan melibatkan lintas sektoral.
\"Penanganan stunting tidak hanya dari segi kesehatan saja tapi juga sektor lain seperti rumah, lingkungan maupun sanitasi karena itu berdampak dengan pertumbuhan anak. Artinya, penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu sehingga tertangani dengan baik,\" jelas Edwin.
Sedangkan Dinas Kesehatan, terang Edwin, segera memulihkan gizi Alfred dengan memberikan makanan tambahan dan terus melakukan pendampingan sehingga tercapai kesehatan yang mandiri. \"Kalau cepat diketahui dan ditangani, insya Allah anak penderita stunting dapat diatasi,\" ujarnya.
Sementara itu menurut Bu Ros (42) salah seorang petugas gizi Puskemas Desa Binjai, Alfred awalnya menderita gizi buruk saat berusia 1,7 tahun ketika pihak puskemas melakukan penjaringan. Setelah dilakukan penanganan secara intensif, kondisi Alfred pun mulai membaik dan kini sudah dapat berjalan.
Namun akibat stunting yang dialaminya, jelas Bu Ros, pertumbuhan Alfred pun terganggu. \"Dengan usianya yang menjelang 2.8 tahun, tinggi tubuh Alfred hanya 86 cm. Seharusnya tinggi Alfred sesuai dengan usianya saat ini adalah 91,1 cm. Kita (puskesmas) akan terus mendampingi Alfred,\" papar Bu Ros.
Sebelumnya, Rabu (26/2), Plt Ketua TP PKK Kota Medan Ny Hj Nurul Khairani Lubis telah mengunjungi Alfred lebih dulu. Ayahanda Alfred, Juned Manurung (42) sempat terharu karena tak menyangka istri Plt Wali Kota Medan datang untuk melihat kondisi kesehatan anak semata wayang tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Ny Hj Nurul Khairani memberikan bantuan dari TP PKK Kota Medan.(RRL)
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan menegaskan akan tetap bersikap kritis dalam mengawal penggunaan anggaran dan kebijakan pembangunan yan
Politik
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas ribuan peserta jalan sehat dalam rangkaian kegiatan edukatif bertajuk Spark Go To Campus di
Daerah
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan H. Iswanda Ramli, S.E. atau yang akrab disapa Nanda Ramli, menyoroti meningkatnya kasus Influenza Tipe
Politik
Suasana halaman Masjid Al Ikhlas di Jalan Raharja, Lingkungan 12, Pondok Batuan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, tampak be
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung persoalan banjir yang kerap melanda Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang,
Daerah
Brigjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H., kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Daerah
Seorang siswi kelas II sekolah dasar (SD) berinisial NAL (8) ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya di Kecamatan Bukit Malintang, Ka
Daerah
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kantor Wilayah mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Padang Sidempuan, Jumat (02/10/26).
Daerah
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya aksi nyata dari jajaran pengurus Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Ikatan
Daerah
Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana merevitalisasi kawasan Taman Sri Deli secara bertahap mulai tahun 2026. Program ini menjadi bagian d
Daerah